"TERIMA KASIH" Anda telah memasuki Website Media Suara Online Terkini "SOT Jepara" Sebelum anda membaca semua berita yang telah kami rangkum sebelumnya kami akan jelaskan mengenai SOT Jepara ok... Suara Online Terkini adalah Media Online yang mampu menampung berbagai macam berita diantaranya Seputar Nasional, Metropolitan, Daerah, Ekonomi, Bisnis, Internasional, Sosial, Budaya, Agama, Pendidikan, Politik, Hukum, Kesehatan dll kami terima kritik dan saran melalui kontak kami.atau Hub: 085-229-333-371 Pin BB:7473F04F.
Headlines News :
Home » » Mahasiswa UMS dan UNS Beri Pelatihan Desa Tertinggal

Mahasiswa UMS dan UNS Beri Pelatihan Desa Tertinggal

Written By suaraonline terkini on Kamis, 07 November 2013 | 20.01

Sebanyak 20 mahasiswa yang terdiri dari 17 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan tiga mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo melalui program Hibah Bina Desa memberikan pelatihan dan ketrampilan di Desa Pentur Kabupaten Boyolali.
Pelatihan dan keterampilan yang dilakukan sejumlah mahasiswa UMS tersebut, bertujuan untuk mengupayakan pembangunan desa mandiri di
Kabupaten Boyolali. Menurut Lurah Desa Pentur, Samroni, pelaksanaan program tersebut telah berlangsung sejak tahun 2011. Kemudian dilanjutkan kembali pada bulan September 2012. Ia menambahkan, program tersebut telah memberikan dampak positif terhadap masyarakat Desa Pentur.
“Kami merasa mendapat keuntungan dengan adanya program ini,” ucap Samroni. “Dengan adanya sekolah lapangan pertanian organik (SPO), pelatihan pengolahan singkong dan pelatihan kerajinan bambu ini bisa bersinergi dengan konsep desa wisata,” ucapnya lagi.
Ketua pelaksan program hibah bina desa, Farida Esti widyati, mengungkapkan program hibah bina desa ini, mahasiswa juga dituntut untuk dapat memperdayakan dan mengembangkan potensi-potensi yang ada di dalam masyarakat. Khusunya masyarakat kalangan ekonomi menengah ke bawah dan masyarakat desa yang kurang mampu untuk mengembangkan potensi yang ada.
“Peserta yang kami latih ini yakni yang berprofesi sebagai buruh,” ungkap Farida. Program hibah bina desa tersebut, kata Farida, baru mendapat dukungan dana dari Pendidikan Tinggi (Dikti) sebesar Rp40 juta.
Sementara itu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Bapermasdes) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Kusmardhono, mengatakan dana bantuan program hibah bina desa khususnya Desa Pentur tahun 2013 belum bisa dicairkan. Ia membeberkan, dana yang dikeluarkan untuk desa tertinggal dari anggaran PNPM yang ada di provinsi sebesar Rp742 miliar dan anggaran dana dari APBD provinsi sebesar Rp200 miliar.
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Maz Kizin | Redaksi
Copyright © 2014. Suara Online Terkini - All Rights Reserved
Template Created by SOT Jepara Published by Maz Kizin
Proudly powered by SOT Jepara