"TERIMA KASIH" Anda telah memasuki Website Media Suara Online Terkini "SOT Jepara" Sebelum anda membaca semua berita yang telah kami rangkum sebelumnya kami akan jelaskan mengenai SOT Jepara ok... Suara Online Terkini adalah Media Online yang mampu menampung berbagai macam berita diantaranya Seputar Nasional, Metropolitan, Daerah, Ekonomi, Bisnis, Internasional, Sosial, Budaya, Agama, Pendidikan, Politik, Hukum, Kesehatan dll kami terima kritik dan saran melalui kontak kami.atau Hub: 085-229-333-371 Pin BB:7473F04F.
Headlines News :
Home » » Makna Muharram Sebagai Tahun Baru Islam

Makna Muharram Sebagai Tahun Baru Islam

Written By Unknown on Sabtu, 09 November 2013 | 16.17

Makna Muharram Sebagai Tahun Baru Islam. Kalau tahun masehi penetapan penanggalannya, ditandai dengan kelahiran nabi Isa sebagai pembawa ajaran. Sedangkan tahun baru Islam ditandai dengan sebuah peristiwa heroik. Yakni, peristiwa hijrahnya nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah.

Lahirnya, penanggalan itu, didasarkan pada kebutuhan, ketika itu, Umar Bin khatab sebagai khalifah / kepala pemerintahan, merasa kesulitan untuk mencatatkan agenda kenegaraan, karena ada beberapa versi yang digunakan, seperti menggunakan dasar penanggalan tahun gajah, tahun masehi dll.

Setelah Musyawarah, dan atas saran dari Ali bin Thalib karamallahu wajhahu, maka Khalifah Umar ibnu al-Khattab pun, akhirnya menetapkan 1 Muharram sebagai tahun baru Islam.

Makna Muharram Sebagai Tahun Baru Islam bagi kita semua :

Untuk menghindari kultus individu, maka penentuan tahun baru itu, bukan didasarkan pada kelahiran, tetapi pada peristiwa, ini menunjukkan Islam sebagai agama yang progresif, bergerak maju, tidak stagnan, dia bergerak dari satu peristiwa ke peristiwa lain, sesuai kebutuhan zaman, kebutuhan tempat dan kebutuhan manusia pada saat itu.

Hijrah itu sendiri artinya berpindah, bisa jadi berpindah dari satu tempat ke tempat lain, atau berpindah dari suatu peristiwa ke peristiwa lain, atau berpindah dari perilaku yang satu ke perilaku lain, yang inti dari perpindahan itu, menuju pada hal yang lebih baik dari sebelum perpindahan. Jadi, jika umat Islam stagnan pada satu kondisi, apakah perilaku, kondisi, dan wilayah dan tidak menunjukkan perubahan pada sesuatu yang lebih baik, maka sesungguhnya, dia telah meninggalkan ruh, hijriah itu sendiri.

Muharram itu sendiri, artinya yang diharamkan atau sangat dihormati. Pada bulan haram itu, -umat Islam memiliki empat bulan Haram-, umat Islam diharamkan untuk berperang, pada bulan itu, genjatan senjata dilakukan, dengan kata lain, semangat muharram adalah semangat perdaiamaian. Sehingga mereka yang mengenal esensi tahun hijriah yang dimulai pada satu muharram, adalah mereka yang memiliki kesadaran akan perdamaian, bersifat kasih sayang pada seluruh umat manusia, menjadikan kehadirannya sebagai berkah bagi alam semesta.

Sebagai inti dari seluruh ajaran Islam, dalam konteknya hijriah, adalah perubahan pada sesuatu yang menuju pada kebaikan, pada kemajuan dan kemanfaatan bagi seluruh manusia, pada seluruh alam semesta dengan semangat damai sejahtera, penuh kasih sayang, sehingga tujuan Allah menurunkan Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamien itu –rahmat bagi alam semsta- itu dapat diwujudkan oleh para pemeluknya….
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Maz Kizin | Redaksi
Copyright © 2014. Suara Online Terkini - All Rights Reserved
Template Created by SOT Jepara Published by Maz Kizin
Proudly powered by SOT Jepara