"TERIMA KASIH" Anda telah memasuki Website Media Suara Online Terkini "SOT Jepara" Sebelum anda membaca semua berita yang telah kami rangkum sebelumnya kami akan jelaskan mengenai SOT Jepara ok... Suara Online Terkini adalah Media Online yang mampu menampung berbagai macam berita diantaranya Seputar Nasional, Metropolitan, Daerah, Ekonomi, Bisnis, Internasional, Sosial, Budaya, Agama, Pendidikan, Politik, Hukum, Kesehatan dll kami terima kritik dan saran melalui kontak kami.atau Hub: 085-229-333-371 Pin BB:7473F04F.
Headlines News :
Home » » Semburan Api dari Lapangan Sulfatara Bekas Gendol

Semburan Api dari Lapangan Sulfatara Bekas Gendol

Written By suaraonline terkini on Senin, 18 November 2013 | 17.41

Letusan gunung Merapi yang terjadi Senin (18/11/2013), memunculkan
semburan api. Balai  Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogja, menyebutkan semburan api itu merupakan hal normal.
Kepala BPPTKG, Subandrio mengatakan letusan Gunung Merapi, Senin (18/11), hanya aktivitas sesaat. Meskipun demikian, dia mengakui hujan material, termasuk pasir, terjadi hingga Sragen.
Disinggung menangani kabar akvitas semburan muncul dari titik api bagian timur puncak Merapi, Subandrio menerangkan titik api memang terdapat di lapangan sulfatara.
“Itu bekas Gendol, Woro dulu. Ada di bawah berada di dalam kawah, itu normal saja. Sejak dulu ada,” imbuhnya.
Dia menerangkan letusan reaktif Merapi terjadi Senin pukul 04.53 WIB. “Menurut jam pantauan kami terjadi pukul 04.53 WIB. Menyebabkan hujan abu ke timur, sampai Sragen saya kira,” terangnya saat dihubungi Solopos.com, Senin pagi.
Subandrio menerangkan letusan tersebut merupakan aktivitas sesaat. Dia mengaku telah mengevaluasi singkat peristiwa itu. “Sementara sudah evaluasi singkat, kesimpulan kami [Merapi] masih normal saja,” tegasnya.
Lebih jauh, Subandrio menyebut terdapat tekanan kuat yang memicu semburan material ke udara. Seperti diterangkannya sebelumnya, Subandrio kembali mengatakan curah hujan tinggi memicu aktivitas permukaan.
“Membawa kerikil-kerikil kecil karena terdapat tekanan kuat. Tapi material lama bukan magma baru, sekali lagi bukan aktivitas vulkanik,” tandasnya.
Seperti pantauan Solopos.com, hujan mengguyur Merapi dan sejumlah wilayah Boyolali sejak Sabtu (17/11) siang. Sekitar 15 jam hujan mengguyur dan berakhir Senin dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB.
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Maz Kizin | Redaksi
Copyright © 2014. Suara Online Terkini - All Rights Reserved
Template Created by SOT Jepara Published by Maz Kizin
Proudly powered by SOT Jepara