"TERIMA KASIH" Anda telah memasuki Website Media Suara Online Terkini "SOT Jepara" Sebelum anda membaca semua berita yang telah kami rangkum sebelumnya kami akan jelaskan mengenai SOT Jepara ok... Suara Online Terkini adalah Media Online yang mampu menampung berbagai macam berita diantaranya Seputar Nasional, Metropolitan, Daerah, Ekonomi, Bisnis, Internasional, Sosial, Budaya, Agama, Pendidikan, Politik, Hukum, Kesehatan dll kami terima kritik dan saran melalui kontak kami.atau Hub: 085-229-333-371 Pin BB:7473F04F.
Headlines News :
Home » » Ternyata Kafein dalam Minuman Bikin Remaja Jadi Bodoh

Ternyata Kafein dalam Minuman Bikin Remaja Jadi Bodoh

Written By Unknown on Kamis, 09 Januari 2014 | 16.44

Masa remaja diklaim banyak ilmuwan sebagai masa penting dalam pertumbuhan otak. Masalahnya banyak remaja yang suka mengonsumsi minuman berkafein. Padahal sebuah studi memperingatkan kafein dapat menghentikan atau mengganggu perkembangan otak remaja.

Seperti dilansir dari detik.com, Peneliti juga mengungkapkan bahwa perkembangan otak di masa remaja adalah salah satu yang paling penting. Saking krusialnya, jika proses ini terganggu, remaja yang mengalaminya akan rentan terkena schizophrenia, gangguan kecemasan, penyalahgunaan obat-obatan dan mengidap gangguan kepribadian.

Tapi menurut peneliti fokus efek konsumsi minuman berkafein yang mengganggu proses perkembangan otak remaja ini terletak pada 'kemampuannya' mencegah para remaja untuk mencapai tahapan deep sleep dalam tidurnya.

"Optimalisasi (proses perkembangan otak) tampaknya terjadi selama tahapan deep sleep. Jadi saat itu sinapsis (koneksi antarsel) kuncinya diperpanjang, dan yang tidak dibutuhkan dihilangkan sehingga jaringan di dalamnya menjadi lebih efisien dan tentu saja lebih kuat," ungkap peneliti Professor Reto Huber dari University Children’s Hospital, Zurich.

Hal ini telah dibuktikan peneliti dengan menggunakan sejumlah tikus muda untuk percobaan. Ternyata tikus-tikus muda yang diberi minuman berkafein terbukti lebih sulit mencapai tahapan deep sleep dalam tidurnya dibandingkan rekan-rekannya yang hanya minum air putih biasa.

"Koneksi di dalam otak mereka pun terlihat lebih banyak di akhir studi, artinya proses pemangkasan sinapsis tadi terganggu," imbuhnya seperti dilansir Daily Mail, Kamis (26/9/2013).

Yang tak kalah mengejutkan jubir studi ini juga menambahkan rata-rata konsumsi kafein pada anak-anak dan remaja maupun orang dewasa muda terus meningkat hingga 70 persen dalam kurun 30 tahun terakhir dan ini tampaknya akan terus bertambah.

"Industri minuman pun memperlihatkan peningkatan penjualan tercepat, terutama pada segmen minuman berenergi yang mengandung kafein," sambungnya.
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Maz Kizin | Redaksi
Copyright © 2014. Suara Online Terkini - All Rights Reserved
Template Created by SOT Jepara Published by Maz Kizin
Proudly powered by SOT Jepara