"TERIMA KASIH" Anda telah memasuki Website Media Suara Online Terkini "SOT Jepara" Sebelum anda membaca semua berita yang telah kami rangkum sebelumnya kami akan jelaskan mengenai SOT Jepara ok... Suara Online Terkini adalah Media Online yang mampu menampung berbagai macam berita diantaranya Seputar Nasional, Metropolitan, Daerah, Ekonomi, Bisnis, Internasional, Sosial, Budaya, Agama, Pendidikan, Politik, Hukum, Kesehatan dll kami terima kritik dan saran melalui kontak kami.atau Hub: 085-229-333-371 Pin BB:7473F04F.
Headlines News :
Home » » Gunung Saptorenggo di Desa Tempur Kab. Jepara Longsor

Gunung Saptorenggo di Desa Tempur Kab. Jepara Longsor

Written By Unknown on Jumat, 07 Februari 2014 | 09.32

SOT Jepara - Sudah sepekan ini, warga Desa Tempur kecamatan Keling kabupaten Jepara menjadi korban longsor. Akibatnya, ratusan korban yang terdiri dari RT.02 RW.03 dan RT.03 RW.02 mengungsi ke kampung sebelah, Desa Damar Wulan. Korban yang Mengungsi  sekitar 176 KK yang disebabkan karena   Gunung Saptorenggo yang berada diatas kampung longsor dan meluluhlantakkan ratusan rumah, dan mengakibatkan tersendatnya infrastruktur pendidikan dan tewasnya ternak milik warga. Kampung pun kian terisolir.
Atas dasar itu, puluhan siswa yang tergabung dalam Komunitas Photography Az Zahra (Kompas) SMK Az Zahra Mlonggo Jepara didampingi guru dan karyawan menuju ke desa Tempur, Senin (27/1).
Meski jarak tempuhnya cukup lumayan, harus melewati jalan yang rusak, naik turun dan berkelok-kelok rombongan pun sampai di tujuan.
Dari pantauan rombongan yang dikoordinatori Khoirul Khakim mengatakan rekahan gunung yang lebar 1 meter dan panjangnya sekitar 1 km cukup memprihatinkan. Karena jika cuaca masih fluktuatif, tidak menentu khususnya hujan rekahan akan menjadi luas bisa juga akan kembali menimbun rumah warga yang ada di bawahnya.
Meski begitu, ada 17 KK yang masih bertahan di tempat tinggalnya meski kondisinya sangat membahayakan.
Melihat kondisi itu Camat Keling, Arwin Noor Isdiyanto tidak hanya berpangku tangan. Arwin bersama Koramil dan warga desa setempat melakukan survei ke puncak, mengundang peneliti dan meyakinkan warga bahwa kondisi bongkahan gunung masih membahayakan.
“Sudah hampir sepekan, Pak Arwin belum pulang ke rumahnya,” jelas Khoirul saat berbincang-bincang dengan Camat tersebut.
Disana lanjutnya warga masih membutuhkan lauk pauk, air mineral dan trauma healing untuk anak-anak. Bantuan yang diberikan pemerintah tambahnya belum layak.
“Untuk makanan tiga hari kedepan insyaAllah cukup mas,” jelas Ibu-ibu tukang masak kepadanya, Senin (27/1).     
Masyarakat imbuh Khoirul hanya membutuhkan kepastian apakah kampungnya direlokasi atau tetap bertahan dibawah gunung saptorenggo? Namun sampai kapan belum juga ada kepastian. (Syaiful Mustaqim)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Maz Kizin | Redaksi
Copyright © 2014. Suara Online Terkini - All Rights Reserved
Template Created by SOT Jepara Published by Maz Kizin
Proudly powered by SOT Jepara