"TERIMA KASIH" Anda telah memasuki Website Media Suara Online Terkini "SOT Jepara" Sebelum anda membaca semua berita yang telah kami rangkum sebelumnya kami akan jelaskan mengenai SOT Jepara ok... Suara Online Terkini adalah Media Online yang mampu menampung berbagai macam berita diantaranya Seputar Nasional, Metropolitan, Daerah, Ekonomi, Bisnis, Internasional, Sosial, Budaya, Agama, Pendidikan, Politik, Hukum, Kesehatan dll kami terima kritik dan saran melalui kontak kami.atau Hub: 085-229-333-371 Pin BB:7473F04F.
Headlines News :
Home » » RI Belum Ratifikasi Konvensi Pengendalian Tembakau, Menkes Malu

RI Belum Ratifikasi Konvensi Pengendalian Tembakau, Menkes Malu

Written By suaraonline terkini on Rabu, 23 Oktober 2013 | 06.52

RI Belum Ratifikasi Konvensi Pengendalian Tembakau, Menkes Malu

Malu. Begitu yang dirasakan Menkes dr Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH. Sebab dari 57 negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI), hanya Indonesia dan Somalia yang belum menandatangani Konvensi Pengendalian Tembakau (Frame Convention on Tobacco Control/FCTC).

"Hanya 2 negara anggota OKI yang belum aksesi FCTC. Somalia dan Indonesia. Saya sih tidak berkomentar apa-apa. Saya malu saja, ha ha ha," demikian disampaikan Nafsiah dalam acara penetapannya sebagai ketua penyelenggara Islamic Conference of Health Ministers (ICHM) ke-4 di Ballroom Mutiara Hotel Ritz Carlton Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (22/10/2013)

Nafsiah mengakui permasalahan kesehatan terkait tembakau dan rokok menjadi salah satu agenda yang akan dibahas dalam konferensi antar pemerintah negara-negara Islam dua tahunan ini. Untuk diketahui, FCTC adalah kesepakatan negara-negara dalam WHO yang bertujuan mengendalikan perdagangan rokok. Alasannya, rokok kini telah dianggap sebagai epidemi yang menimbulkan banyak penyakit tidak menular hingga korban jiwa.

Nafsiah mengak, banyak permasalahan yang menghambat Indonesia untuk meratifikasi FCTC, sebab industri rokok berkaitan dengan berbagai sektor lainnya. Sedangkan Somalia sendiri, imbuh Nafsiah, memang belum meratifikasi FCTC karena status pemerintahannya yang hingga kini belum stabil.

"Saya tidak memberikan pernyataan apapun tentang apapun dalam pertemuan ini. Saya chair," ucap Nafsiah mengakhiri konferensi pers setelah pra-acara ICHM ke-4 yang diselenggarakan OKI.

ICHM ke-4 ini akan digelar di Jakarta pada 22-24 Oktober 2013. Pertemuan antar pemerintah ini akan membahas beberapa maslaah kesehatan negara-negara anggota OKI, yaitu penyakit tuberculosis, malaria, polio, pencegahan kematian ibu dan anak, vaksin, gizi dan stunting, serta gaya hidup dan penyakit tidak menular.

Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Maz Kizin | Redaksi
Copyright © 2014. Suara Online Terkini - All Rights Reserved
Template Created by SOT Jepara Published by Maz Kizin
Proudly powered by SOT Jepara