"TERIMA KASIH" Anda telah memasuki Website Media Suara Online Terkini "SOT Jepara" Sebelum anda membaca semua berita yang telah kami rangkum sebelumnya kami akan jelaskan mengenai SOT Jepara ok... Suara Online Terkini adalah Media Online yang mampu menampung berbagai macam berita diantaranya Seputar Nasional, Metropolitan, Daerah, Ekonomi, Bisnis, Internasional, Sosial, Budaya, Agama, Pendidikan, Politik, Hukum, Kesehatan dll kami terima kritik dan saran melalui kontak kami.atau Hub: 085-229-333-371 Pin BB:7473F04F.
Headlines News :
Home » » Pelatihan Pendidikan Inovatif untuk Guru Madin dan SMK Pesantren

Pelatihan Pendidikan Inovatif untuk Guru Madin dan SMK Pesantren

Written By Unknown on Selasa, 25 Maret 2014 | 20.35

SOT Jepara - Ratusan guru madrasah diniyyah (madin) dan pengelola SMK Pesantren di Jepara dan Demak mengikuti Pelatihan Pendidikan Inovatif di pesantren “Roudlotul Mubtadiin” Balekambang desa Gemiring Lor kecamatan Nalumsari kabupaten Jepara, Selasa (25/3).


Pelatihan yang difasilitasi Universitas Negeri Semarang (Unnes) tersebut menurut H Miftahuddin, ketua panitia menyatakan harapan pasca pelatihan menjadi supervisor untuk lembaga masing-masing. Harapan lain, pendidikan formal diwakili SMK Pesantren dan non formal, madrasah diniyyah lanjutnya memiliki inovasi untuk memajukan pendidikan.

Sementara itu, KH Mustamir Wildan menyatakan selama ini SMK Pesantren kesulitan untuk mencari tenaga guru produktif semisal otomotif dan elektro. Unnes, terang ketua pengurus pesantren Balekambang setiap tahun menerima sekitar 7.500 mahasiswa.

Dari sebuah pertemuan SMK Pesantren, muncul usulan agar komunitas berbasis pesantren se-Indonesia tersebut dijatah 1.000 mahasiswa. “Setelah dipikir-pikir kalo ini disepakati oleh pak Fathur, Rektor Unnes nanti jadi problem. Solusinya insyaAllah akan kami sowan-kan kepada pak Menteri Pendidikan,” jelasnya.

Hal itu menjadi perhatian komunitas SMK Pesantren. Sebab Kiai Mustamir menilai lulusannya mempunyai bekal agama yang cukup. “Jika 1.000 atau 500 mahasiswa asal SMK Pesantren bisa masuk ke semua fakultas. Setelah lulus mereka mengabdi di pesantren maupun berkhidmah di Unnes,” imbuhnya.

Jika hal itu dilakukan, jelas melebihi implementasi kurikulum 2013. “Santri, karakternya sudah tertata. Ketaatannya kepada Allah tidak diragukan lagi. 20-30 tahun yang akan datang jika mereka memimpin Indonesia akan menjadi pemimpin yang amanah, tanggung jawab dan santun,” sanjungnya.  

Hadir dalam kesempatan itu H Achmad Slamet, Instruktur Nasional Kurikulum 2013, Hj Nur Hayati Ali Assegaf, anggota Komisi 8 DPR RI beserta anaknya Muhammad Rahardian Syarif. (Syaiful Mustaqim)
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Maz Kizin | Redaksi
Copyright © 2014. Suara Online Terkini - All Rights Reserved
Template Created by SOT Jepara Published by Maz Kizin
Proudly powered by SOT Jepara