"TERIMA KASIH" Anda telah memasuki Website Media Suara Online Terkini "SOT Jepara" Sebelum anda membaca semua berita yang telah kami rangkum sebelumnya kami akan jelaskan mengenai SOT Jepara ok... Suara Online Terkini adalah Media Online yang mampu menampung berbagai macam berita diantaranya Seputar Nasional, Metropolitan, Daerah, Ekonomi, Bisnis, Internasional, Sosial, Budaya, Agama, Pendidikan, Politik, Hukum, Kesehatan dll kami terima kritik dan saran melalui kontak kami.atau Hub: 085-229-333-371 Pin BB:7473F04F.
Headlines News :
Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

DIKLAT HIPKI JATENG LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN ( LPK ) Mengelola LKP Butuh Added Value

Joko Sutrisno M.Pd , Pembina HIPKI jateng (Kanan) salah satu narasumber Milyander yang berangkat dari mengelola LKP.

TAWANGMANGU - suaraonlineterkini.com - Himpunan Penyelenggara Kursus Indonesia (HIPKI) , yang didalamnya menaungi Lembaga Kursus Dan Pelatihan 14-19 Sept, ini menyelenggarakan Diklat dan Pelatihan Guru dan Tenaga Kependidikan , diklat yang dilaksanakan di Wiswa Sakipan Tawangmangu tersebut dihadiri oleh 60 Peserta perwakilan dari seluruh Kabupaten se Jawa Tengah.

HIPKI, sebagai wadah atau organisasi yang focus dibidang pemikiran lembaga Kursus dan Pelatihan termasuk didalamnya saat ini juga menaungi Paud dan TK mulai mendapat perhatian dari Direktorat Jendral Guru dan tenaga kependidikan Kemendikbud RI.

Sebagaimana tuntutan dunia usaha (DUDI) serta tuntutan standar nasional pendidikan maka keberadaan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) harus mau tidak mau meningkatkan kwalitas, kapasitas serta keberadaannnya sebagai salah satu wadah yang memiliki peluang besar dalam konsep “ Re- Schooling Society “ dan juga dalam konsep pembelajaran sepanjang hayat, mengingat warga belajar di lembaga kursusdan pelatihan tidak kenal usia, selain itu ilmu yang diperoleh selaras dengan kebutuhan warga belajar .
Peran serta lembaga kursus dan pelatihan sangatlah penting untuk menjawab persoalan pengangguran, persiapan tenaga siap kerja serta menjadi wadah kerjasama dengan dunia usaha, mengingat Kursus dan pelatihan yang dilaksanakan oleh para LKP selama ini outputnya jelas. Memberikan ketrampilan langsung kepada warga belajar yang mengikuti program kursus tersebut, mereka bisa ber wirausaha dan atau melamar di dunia usaha. ini selaras dengan program pengentasan pengangguran yang ada. 

Dalam agenda Diklat dan pelatihan guru dan tenaga kependidikan yang diselenggarakan oleh HIPKI jateng kerjasama dengan Direktorat Jendral Guru dan tenaga kependidikan Kemendikbud RI tersebut beberapa narasumber menyampaikan petingnya Lembaga Kursus dan pelatihan untuk memulai pembenahan managemen lembaga, salah satu narasumber Joko Sutrisno M.Pd , dimana dirinya juga menjabat sebagai Pembina HIPKI jateng menceritakan perjalanan dirinya dari sebagai instruktur kursus Bhs Inggris , hingga memiliki lembaga kursus sendiri hingga membuka cabang-cabang kursus baik di wilayah Solo, Surakarta, hingga membuka cabang-cabang di Gorontolo, Pontianak-Kalimantan Tengah,  Kalbar dan berbagai wilayah di luar Jawa, Dirinya mengatakan betapa pentingnya membangun brain image, membangun added value atau nilai tambah.

Mr. Joko .SutrisnoPensiunan Guru yang sukses ini  yang juga sebagai pemilik Villa Bukit Sakipan Tawangmangu  ini boleh dikatakan orang sukses yang berawal dari Lembaga Kursus. saat ini memili cabang-cabang lembaga kursus dan juga meningkatkan usaha dibidang Properti, Restoran , perhotelan dan arena out bond dibeberapa tempat, Omset yang dia peroleh tiap bulan bersih cukup fantastis diatas Satu Miyard Rupaih/ bulan. Kiat yang dipakai semuanya harus memiliki nilai lebih, bangun system managemen , buat beda dengan yang lain dan jangan sampai kalo bosnya seneng tapi karyawannya seneb, membangun iklim yang baik didalam sebuah lembaga atau perusahaan sangatlah penting. 

Beberapa materi dalam diklat diantanya tentang akriditasi derta penilaian lembaga baik LKP maupun Paud, TK-RA, ini pennting mengingat kedepan masing-masing lembaga akan terukur bilamana memahami tentang apa dan bagaimana akriditasi lembaga, bagaimana juga mengembangkan usaha dengan menyusun rencana kerja, self evaluasi dan membangun kapasitas lembaga. 

Hal lain yang menjadi pemikiran adalah pentingnya dukungan lingkungan, dukungan dunia usaha serta dukungan pemerintah. Selama ini dukungan pemerintah kepada Lembaga Kursus sangat minim, apalagi Pemerintah Daerah . Belum banyak pemerintah daerah yang mengalokasikan anggaran kepada LKP yang ada. Untuk Jawa Tengah Pemerintah daerah yang sudah memberikan alokasi anggaran per tahun salahsatunya Kabupaten Brebes, tiap Tahun mendapat bantuan operasional dari Pemkab setempat sebesar Rp 15 Juta per lembaga.

Sementara itu peserta Diklat  dari LKP.EEC Jepara ,Tyag.G, berharap untuk Kabupaten Jepara masing-masing LKP agar segera melakukan pengutan kelembagaan bersama dengan HIPKI akan menyelenggarakan workshop dan audiensi PRD Jepara , harapannya Pemkab Jepara memberikan dukungan pemikiran akan keberadaan LKP-LPK yang ada, dimana selama ini Pemkab Jepara mungkin belum mengetahui peras besarnya dalam misi ikut serta mencerdaskan warga masyarakat. 
 [ast]

Peserta Lomba LKN Jepara Tidak Berkualitas

Lomba Karya Nyata di Jepara
JEPARA - suaraonlineterkini.com - Penyelenggaraan Lomba Karya Nyata yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, Dan Olahraga Kabupaten Jepara pada tanggal 29 Maret 2016 kemarin masih menyisakan beberapa persoalan. Hal ini diungkapkan oleh Ardi Winarsih selaku Ketua Himpunan Paud Indonesia Kecamatan Mlonggo saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, kamis (28/4).

Persoalan yang hendak dia kemukakan adalah adanya tekanan dari Dinas Pendidikan agar pemenang lomba mengundurkan diri untuk mengikuti perlombaan di tingkat Provinsi. "Yang menang lomba itu Kb Qurotaayun Anak Sholih, kok yang dikirim ke provinsi SKB lain", keluh Ardi Winarsih.

Pihaknya beserta PAUD yang menjadi pemenang, lanjut Ardi Winarsih, merasa sangat keberatan atas apa yang dilakukan oleh pihak Dinas Pendidikan Jepara. Padahal PAUD Qorutaayun Anak Sholih yang notabennya menyabet juara pertama dalam lomba tersebut sangatlah siap dan berharap mewakili lomba di tingkat Provinsi Jateng. "Pelaksana Dinas Pendidikan Jepara, tepatnya bidang PNF", terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Non Formal (PNF) Jepara Amin Ayahudi melalui Kepala Seksi Kelembagaan Dan Pendidikan Masyarakat Utim Shohijarsih menyangkal hal itu. Bahkan pihaknya sudah berupaya berulangkali mengubungi pemenang, akan tetapi sampai deadline lomba yang telah ditetapkan di Provinsi Jateng pemenang tidak mau datang ke Dinas Pendidikan Jepara. "Hadiahnya sampai sekarang pun belum diambil, karena mereka tidak mau datang ke dinas", terang Utim.

Menurutnya, dalam acara Lomba Karya Nyata (LKN) tersebut, para pesertanya tidak ada yang berkualitas.
Dalam pengambilan peserta lomba, pihaknya berkoordinasi dengan HIMPAUDI Jepara dalam hal menyeleksi peserta yang akan diikutkan dalam lomba di tingkat Kabupaten Jepara. "Kerena waktunya saat itu mepet, jadi peserta ditunjuk oleh HIMPAUDI Jepara, dan itu hanya 2 orang", kilahnya.

[RIZ]

Kampoeng Pintar Bangun Ekonomi Masyarakat Melalui Kursus Jahit

Pelatihan kursus menjahit di gedung Sekolah SMK Al-Hakim Al-Fitroh
JEPARA - suaraonlineterkini.com - Kampoeng Pintar Jepara mengadakan pelatihan kursus menjahit gratis dengan nama Kreasi Sahabat Jepara "KSJ" di gedung Sekolah SMK Al-Hakim Al-Fitroh, Desa Lebak RT 02/03, Kecamatan Pakis Aji. Agenda yang dimulai sejak Senin, (19/4) pukul 08.00 WIB tersebut diresmikan langsung oleh Wakil Bupati Jepara, Subroto.

Pelatihan menjahit ini diikuti sekitar 40 peserta dari kalangan ibu rumah tangga yang berasal dari 12 desa di Kabupaten Jepara. Selain bertujuan memberdayakan perempuan, KSJ ini juga berharap mampu menciptakan unit produksi baru, sehingga peserta yang sudah selesai kursus jahit akan mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri tanpa harus menjadi pekerja di pabrik garmen.

“Diharapkan setelah selesai kursus menjahit nanti, masyarakat akan mampu menciptakan unit produksi sehingga ke depan nanti tidak perlu lagi mencari kerja di pabrik garmen,” ujar Subroto ketika membuka acara.

Selain itu Eko Santoso, Ketua Kampoeng Pintar juga menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dan membantu meningkatkan kesejahtraan ekonomi keluarga. Para Ibu yang mengikuti kursus ini diharapkan mampu membantu keuangan keluarga tanpa mengurangi kewajibannya sebagai seorang istri.

“Dengan mengikuti kursus menjahit ini, nantinya para peserta pelatihan yang mayoritas adalah ibu rumah tangga ini bisa membantu keuangan keluarga dan bekerja sendiri di rumah, jadi tidak akan menganggu kewajibannya sebagai seorang istri di rumah.” Jelas Eko.

Materi yang disampaikan dalam pelatihan menjahit ini adalah tentang membuat baju gamis, hem, celana panjang/ pendek,  tas dls. Rencanyanya pelatihan ini akan berlangsung selama 30 hari dan akan dibina unutk memiliki unit produksi masing-masing, sehingga pelatihan ini tepat sasaran,pungkasnya.

[RIZ]

Pemkab Jepara Dilarang Mendirikan Sekolah Baru

Rapat Musyawarah Dewan Pendidikan Jepara
JEPARA - suaraonlineterkini.com - Dalam rapat musyawarah dewan pendidikan jepara yang diselenggarakan, Senin (29/2), ada  beberapa hal yang menjadi keputusan dalam forum tersebut. Keputusan itu diantaranya adalah melakukan monitoring untuk ujian kompetensi yang diselenggarkan oleh beberapa SMK baik negeri maupun swasta yang ada di Jepara.

"Ada 8 SMK dan kita mulai senin pekan depan", kata Nurul Aini selaku Ketua Dewan Pendidikan Jepara saat dikonfirmasi, Senin (29/2).

Selain adanya monitoring, pihaknya juga akan melayangkan surat ke pihak Dinas Pendidikan, Pemuda, Dan Olahraga Jepara terkait regruping sekolah yang ada di jepara. Jangan sampai dengan adanya regruping tersebut nantinya akan merugikan peserta didik dan tenaga pengajarnya. "Setelah adanya regruping, Pemkab ya jangan buat sekolah baru lagi", katanya.

Terakhir, terkait dengan masa bakti kepala sekolah yang ada di jepara, jika diperbolehkan secara peraturan perundangan, maka jabatan kepala sekolah seharusnya bisa selama 3 periode. "Pemkab Jepara seharusnya membuat tim penilai terkait hal itu", terangnya.

[aris susanto]

Yayasan Kampoeng Pintar Jepara IKut Berdayakan Masyarakat

 Foto Yayasan Kampoeng Pintar Jepara
JEPARA - suaraonlineterkini.com - Seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, masyarakat dituntut lebih meningkatkan potensi diri. Untuk itu, Yayasan Kampoeng Pintar Jepara ingin ikut andil dalam memberdayakan dan mengembangkan potensi masyarakat di tingkat desa, melalui program pelatihan teknologi informatika dan pembinaan kewirausahaan. “Tujuan Yayasan Kampoeng Pintar adalah, menjadikan pemuda sebagai motor penggerak SDM yang berkarakter, mandiri, dan berjiwa sosial,” kata Ketua Yayasan Kampoeng Pintar Jepara, Eko Santoso saat beraudiensi dengan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di ruang kerja gubernur, dalam laman Pemprov Jateng, Senin (1/2/2016).

Yayasan yang berdiri sejak 31 Januari 2015 itu, mempunyai program utama cerdaskan masyarakat Jepara atau Cemara yang meliputi tiga tujuan strategis, yaitu, terbang menaungi untuk hidup menjadi lebih baik, mengorientasikan hidup untuk selalu berbagi, serta bersama membangun Jepara. Dalam paparannya Eko menjelaskan, meski dengan sarana dan prasarana minim, keberanian dan semangat tinggi menjadi modal para
pengurus yayasan untuk memberdayakan masyarakat. Sampai awal 2016, sudah ada 25 desa yang tergabung dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi informatika yang diselenggarakan Kampoeng Pintar.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pemkab bagaimana menyinergikan program Kampoeng Pintar. Bahkan kami sudah mengumpulkan sekitar 30 komunitas yang bergerak berbagai
bidang untuk ikut terlibat dalam kegiatan kami,” terangnya. 

Setelah mengikuti kursus komputer, kata dia, para peserta tidak hanya dapat menguasai ilmu komputer, tapi juga mampu menguasai teknik mengajar dan berkarakter yang baik. Sehingga, ketika sudah bisa mengoperasikan dan menguasai teknologi informatika tingkat dasar serta aplikasi lainnya, mereka dapat menularkan ilmunya kepada peserta lain yang diajarinya. “Kami akan membuat multilevel ilmu. Artinya kami mengajar hanya di tahap pertama, kemudian peserta tahap pertama mengajarkan ilmunya kepada peserta tahap kedua dan begitu seterusnya, sehingga kami mempunyai stok instruktur banyak,” tandasnya. Dari sekitar 1.500 peserta kursus dasar komputer Kampoeng Pintar, kurang lebih 60% telah bekerja di hotel, restoran, dan bidang pekerjaan lainnya. 

Selain bekerja di perusahaan, peserta yang sudah lulus juga menjadi instruktur atau pengajar komputer bagi masyarakat yang membutuhkan. “Para peserta yang sudah lulus kadang dimintai tolong untuk mengajar komputer tetangga atau teman. Bahkan beberapa petinggi dan pejabat di Kecamatan Pakis Aji ada yang minta diajari komputer secara privat," bebernya.

Selain program Cemara, lanjut dia, Kampoeng Pintar juga mempunyai program kegiatan bidang ekonomi. Antara lain pembinaan wirausaha dan warung belajar di luar ruang (Warung Beruang) yang diikuti peserta dari berbagai komunitas dan lintas agama. Eko menyebutkan, target Kampoeng Pintar adalah membuka lembaga kursus komputer berbasis kewirausahaan di semua desa, setiap desa mempunyai produk unggulan, serta menciptakan tenaga ahli bidang komputer sebanyak 7.200 orang per 20 desa selama satu tahun. “Rencananya ini akan menjadi pilot project program nasional. Sedangkan target jangka pendek, pelatihan komputer dan pembinaan ekonomi dapat dilaksanakan di 100 desa pada akhir 2017,” imbuhnya. 

Mendengar pemaparan itu, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meminta ketua dan pengurus Kampoeng Pintar memetakan desa yang akan mendapat pelatihan, potensi masing-masing desa, misal bidang pertanian dan UMKM. Selain itu.

Ganjar juga meminta pemetaan secara spesifik masyarakat yang akan menjadi sasaran pelatihan. Apakah anak, perempuan, pemuda, pengangguran, kades atau perangkat desa, pejabat, atau lainnya. Ia mencontohkan, sebuah desa dengan potensi pertanian tinggi, namun kesulitan memasarkannya, sehingga harus ada pelatihan yang mampu mengolah dan memasarkan produk pertanian. 

Terkait ilmu teknologi informatika, menurutnya program itu sangat bagus. Sebab, setelah mengenal internet masyarakat bisa belajar otodidak dengan searching tentang cara mengolah hasil pertanian, membuat aneka makanan, menanam berbagai jenis tumbuhan yang bernilai ekonomi, serta membuat beragam produk kerajinan. “PR saya untuk Kampoeng Pintar Jepara adalah silakan membuat program, metode sekaligus metodologinya. Sehingga program akan berjalan
baik dan target akan tercapai,” tandasnya.

[aris susanto].

PAUD Di Jepara Dapat Bantuan Operasional 8 Milyar, Tahun ini

Amin Ayahudin Kepala Bidang PNF
JEPARA - suaraonlineterkini.com - Tahun 2016 ini, pengelola PAUD dan TK di Kabupaten Jepara sepertinya bisa melebarkan senyuman. Hal ini dikarenakan pada tahun ini Pemerintah Kabupaten Jepara akan memberikan dana bantuan untuk kegiatan operasional di PAUD dan TK. "Tahun ini ada anggaran 8 milyar untuk operasional PAUD dan TK", kata Amin Ayahudin selaku Kepala Bidang PNF di Dinas Pendidikan, Pemuda, Dan Olahraga Jepara saat dikonfirmasi, Selasa (26/1).

Bantuan tersebut, lanjut Amin, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang digunakan untuk operasional PAUD dan TK. Untuk jumlah penerima bantuan yang ada di jepara sebanyak 894 lembaga yang terdiri dari 463 TK dan 431 PAUD. "Saat ini teknisnya baru dalam bentuk draf, dan mudah-mudahan pertengahan tahun sudah bisa direalisasikan", terangnya.

Setiap lembaga nantinya akan diberikan sebesar Rp. 400.000/anak/tahun dan maksimal bantuan untuk setiap lembaga adalah Rp. 12.000.000/tahun. Diharapkan dengan adanya bantuan operasional tersebut dapat meringankan biaya operasional di lembaga tersebut.

"Kalau muridnya lebih dari 30 orang bantuannya tetap segitu, kalau kurang dari 30 orang dihitung Berdasarkan jumlah peserta didiknya", ucap Amin.(Aris susanto). 

[RIZ]

SMA dan SMK Jepara Bukan Lagi Kewenangan Pemkab

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Jepara
JEPARA - suaraonlineterkini.com - Sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, maka kewenangan untuk pengelolaan untuk sekolah - sekolah SMA dan SMK menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Proses tersebut sampai saat ini masih dalam tahap pendataan aset dan kepegawaian. "Pendataan sampai dengan oktober 2016, dan akan menjadi kewenangan Pemprov 100% pada 2017, dan di jepara ada 40 sekolahan", terang Khusairi selaku Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Jepara saat dikonfirmasi, Senin (11/1). 

Sementara itu, untuk struktur organisasi dan tata kerja (SOT) nantinya akan dilakukan perubahan setelah adanya penyerahan kewenangan kepada Pemprov Jawa Tengah. "SOT nanti kita lakukan perubahan setelah itu, mungkin dibulan Desember", katanya.

Terkait program pendidikan dari Pemkab untuk masyarakat yang tidak mampu, Khusairi mengatakan untuk tahun anggaran 2016 ini, Pemkab Jepara memberikan dana bantuan sebesar 250.000/anak/tahun untuk siswa yang tidak mampu. Dengan adanya dana bantuan tersebut, diharapkan dapat meringankan kebutuhan pribadi siswa, serta untuk pemacu pendidikan siswa. "Kalau ada pihak sekolah yang berani memotong dana bantuan itu, akan kami tindak tegas, bahkan kalau perlu kita pecat mereka", tegasnya.

[RIZ]

Pemberdayaan Masyarakat Berbasis IT di Desa Bawu Kab. Jepara

Pelatihan Kursus Komputer Gratis, Yayasan Kampoeng Pintar Jepara
JEPARA - suaraonlineterkini.com - Sebanyak 500  peserta didik Pelatihan Kursus Komputer Gratis Yayasan Kampoeng Pintar Jepara, mendapatkan sertifikat pelatihan keterampilan. Dengan sertifikat tersebut, mereka mempunyai kemampuan yang mumpuni di bidang komputer. Penyerahan tersebut dilakukan Wakil Bupati Jepara Subroto, didampingi Kepala Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Jepara, Kepala Dinas Perpustakaan Daerah Jepara, Kabid PLS Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kab. Jepara, serta petinggi dan tokoh masyarakat sekitar. Acara penyerahan tersebut bertempat di Smart Brilliant Cabang Yayasan Kampoeng Pintar Jepara, Desa Bawu , Batealit, Jepara. Senin (21/12/2015).

Menurut  Subroto, Program Yayasan Kampoeng Pintar Jepara dalam Pelatihan Kursus Komputer  Gratis memiliki program khusus  yaitu Program 100 Desa CEMARA (Cerdaskan Masyarakat Jepara), yang sampai saat ini sudah tujuh desa. Pelatihan atau Kursus ini bertujuan untuk mengembangkan potensi masyarakat berbasis informasi teknologi yang dilaksanakan sebagai program pemberdayaan masyarakat.salah satunya dengan pelatihan kursus komputer gratis berbasis kwirausahaan.

Dalam sambutannya,  Subroto  mengapresiasi dan menanggapi  positif  keterkaitan program  Yayasan Kampoeng Pintar Jepara ini dengan  kesejahteraan masyarakat yang di mulai dari tingkat bawah.
“Kegiatan ini sangat bagus,  karena berkaitan dengan upaya  pengentasan sebagian masyarakat dari buta teknologi, dengan adanya program pelatihan ini dapat membantu pemerintah daerah,  dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan taraf  hidup masyarakat,” ujar Subroto.

Sementara itu, Ketua Yayasan Kampoeng Pintar Jepara, Eko Santoso Menuturkan,  Keinginannya untuk mendirikan tempat Pelatihan di 100 desa sebaupaten Jepara dan saat ini sudah 7 desa yang di buka. Di tempat ini juga selain pelatihan kursus komputer gratis,  juga diadakan pendidikan karakter dan pelatihan kewirausahaan untuk menghadapi MEA 2016 bagi warga Jepara.

“Yayasan kampoeng Pintar Jepara dengan program 100 desa CEAMARA merupakan Program pemberdayaan masyarakat yang berhasil dan memiliki dampak positi bagi masyarkat.  Program dan kursus komputer ini,  ditujukan untuk semua kalangan  tanpa memandang  usia dan status sosialnya,”katanya.

[RIZ]

SMP 2 Jepara Korban Sistem Pendidikan Yang Amburadul

JEPARA - suaraonlineterkini.com - peraturan perundang-undangan di bidang pendidikan yang selalu mengalami perubahan, membuat banyak sekolah yang menjadi korban sistem. Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Jepara Aris Isnandar yang juga merangkap sebagai komite sekolah SMP 2 Jepara. "Banyak sekolah yang menjadi korban sistem pendidikan yang kerapkali berubah", katanya.

Seperti sistem RSBI yang sudah dihapuskan oleh pemerintah. Dalam hal ini SMP 2 Jepara juga merupakan korban sistem, yang mana dalam menyiapkan sekolah untuk dalam taraf bersandart internasional membutuhkan sarana dan prasarana pendukung dengan biaya cukup besar, dan secara otomatis beban biaya operasional sekolah pun semakin besar. "Semua kelas dipasangi AC, sehingga operasional sekolah tambah besar", terangnya.

Walaupun saat ini SMP 2 Jepara sudah menjadi Sekolah Standart Nasional, Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang diterima oleh SMP N 2 Jepara sangatlah tidak mencukupi untuk menutupi operasional sekolah. Oleh karena itu, perlu adanya tambahan pendanaan untuk mencukupi operasional, dan salah satunya dari orangtua/wali peserta didik. Dalam meminta tambahan pendanaan dari orangtua/wali peserta didiknya, pihak komite sekolah tetap berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang berlaku. "SMP 2 hanya meminta sumbangan, dan bagi orangtua yang tidak mampu bisa mengajukan keringanan ataupun tidak menyumbang dengan menyodorkan surat keterangan tidak mampu", ungkapnya.

Diharapkan kedepan dengan adanya standar pendidikan yang sama, dan pemerintah maupun pemerintah daerah mampu mencukupi biaya pendidikan, tidak akan lagi adanya pungutan-pungutan pendidikan di Jepara. 

[RIZ]

Mahasiswa Teknik Elektro Unissula Mengunjungi PLTU Tanjung Jati B. Jepara

Kunjungan Mahasiswa Teknik Elektro Unissula Semarang Di PLTU TJB
JEPARA - suaraonlineterkini.com - Dalam rangka Kuliah Keja Lapangan Mahasiswa Unissula Semarang Jurusan Teknik Elektro smester 5 dan 7 mengunjungi Pembangkitan PLTU Tanjung Jati B guna menggali Ilmu Pengetahuan tentang Pembangkitan, sekitar 22 Mahasiswa dan satu Dosen Pembimbing Meluncur ke  Tempat Pembangkitan PLTU Tanjung Jati B. Jepara pada Selasa 17/11.

Rombongan Mahasiswa tiba pada pukul 10.00 WIB dan di sambut Oleh beberapa Staff Humas PT. PLN Pembangkitan PLTU Tanjuung Jati B. dan di tempatkan di Gedung Conference Room PT. TJB, Acara kunjungan telah dimulai , Safty injection  Nugroho adi memberikan tata cara keamaan yang harus di patuhi saat memasuki area  objek vital nasional PLTU Tanjung Jati B.

Sebelum acara Tanya jawab salah satu Mahasiswa di berikan satu pertanyaan apa tujuan kunjungan datang ke Pembangkitan PLTU Tanjung Jati B. salah satu mahasiswa menjawab “ untuk mencari ilmu di bidang Elektro bagai mana arus kuat dan arus lemah sebagai control” dan Joko mengatakan kenapa disebut objek vital  Nasional karena diatur pada ESDM No:3407 k/07/mem/2012, dan juga saat ini PLTU TJB sudah memasok Listrik sekitar 11 % untuk Jawa Bali.

Acara yang berlangsung sekitar 2 jam  berlangsung lancar . dalam acara tersebut banyak penjelasan/pengertian tentang proses produksi listrik, jaringan, skema bisnis dan operasional mesin Boiler di PLTU Tanjung Jati B Jepara oleh salah seorang staf PT. PLN Persero Pembangkitan Jawa Bali oleh Joko selaku narasumber. Dan dilanjut dengan sesi Tanya jawab.

Sebelum acara usai Mahasiswa diajak muter-muter untuk melihat langsung  komponen pembangkitan PLTU dengan menggunakan transportasi yang sudah di sediakan oleh PT. PLN (persero) Tannjung Jati B. dan dipersilahkan bertanya komponen-komponen yang belum dirasa faham, setelah selesai rombongna langsung berk,unjung ke Polytron Kudus.
[Red]

Ambil Jurusan Peternakan, SMK Terpadu Nusantara Margoyoso Ringankan Siswa Tidak Mampu

Kepala Sekolah SMK Terpadu Nusantara Margoyoso
PATI - suaraonlineterkini.com - Jika anda lulusan dari SMP ataupun Mts sederajat dan hendak melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi namun keterbatasan biaya, gak usah khawatir, SMK Terpadu Nusantara Margoyoso Pati memberikan kesempatan pada anda keringanan biaya Yang gedung Dan SPP setahun yang jumlahnya 1 jt.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Sekolah SMK Terpadu Nusantara Pati M. Damuji, S.Pd., MM. pada Rabu,21-10-2015 di kediamanya komplek Sekolah SMK Terpadu Nusantara Margoyoso, Jalan Tayu-Juwana KM 5 Margoyoso Pati, Telp: 0823-2704-7721.

Pria yang juga berprofesi sebagai guru Agama di sebuah SMA di Tayu ini menjelaskan pada SOT untuk menginformasikan ke sanak famili, tetangga atau siapapun yang hendak ingin melanjutkan sekolah namun keterbatasan biaya, di Sekolah ini dengan jurusan Peternakan siswa tidak mampu mendapat keringanan SPP dari pemerintah dengan program BSM ( Bantuan Siswa Miskin) senilai 1 Jt pertahun, "disini SPP bulanan kan 100 Rb jadi setahun tinggal nambah 200 rb, untuk uang gedung 500 rb jika tidak mampu digratiskan, ungkapnya.

Sekolah yang saat ini terdapat 250 Siswa/i tersebut mempunyai dua jurusan yakni Mesin Otomotif dan Peternakan, khusus untuk peternakan dapat bantuan Dari  pemerintah berupa BSM, yang jurusan mesin otomotif tidak, imbuhnya. Sekolah yang sudah berdiri sejak delapan tahun yang lalu ini terdapat dua gedung dialamat yang berbeda, Pusatnya di  Margoyoso Dan  cabangnya di Jl.Pati-Tayu, KM 8 Sukoharjo-Wedarijaksa-Pati.

Selain itu bagi siswa yang ingin mengaji juga disediakan dua guru ngaji Dari Timur tengah, dengan jadwal seminggu tiga kali, disekolah ini juga menyediakan Asrama putra putri, saat ini terdapat delapan siswa putra dan enam putri di asrama yang berada satu komplek dengan SMK Terpadu Nusantara ini.

Dikomplek yang sama juga terdapat fasilitas umum sebuah kolam renang, jika anda ingin berenang dan sekedar main main bisa datang sore hari kesini. Dengan filosofi yang mulia, M.Damuji berprinsip bahwa " Hidup Untuk Mencari Berkah Dunia Akhirat".

Z/Iris

Guru Honorer di Mlonggo Belum Dapat Upah Layak

JEPARA - suaraonlineterkini.com - Sejumlah Guru Honorer yang mengajar di sekolah dasar (SD) di Kecamatan Mlonggo sampai saat ini memang belum mendapatkan upah yang layak. Setiap bulannya mereka hanya mendapatkan Honor sebesar Rp.100.000,- sampai dengan Rp.300.000,-. Hal ini disampaikan oleh kepala UPT Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kecamatan Mlonggo Ali Ronzi saat ditemui dikantornya, Rabu (16/9).

 "Honor meraka sekitar 100 ribu sampai 300 ribu perbulan, dan itu memang belum layak", katanya. karena memang dirasa tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, bisa dikatan untuk uang Bensi saja

Saat ini ada sekitar 130 Guru Honorer yang tercatat di UPT Dikpora Mlonggo yang mengajar di 35 SD yang berada di Kecamatan Mlonggo. Disetiap sekolah ada sekitar 4-5 orang tenaga Guru Honorer. "setiap sekolah ada 4-5 guru honorer", kata Ali.

Menanggapi adanya Guru Honorer yang ikut berdemo ke Jakarta, Ali Ronzi mengatakan, itu merupakan hal yang wajar, karena mereka memperjuangkan hak-hak mereka dalam memperoleh kesejahteraan yang lebih layak. "Dari Mlonggo ada yang ikut demo ke Jakarta sekitar 7 orang guru honorer", ungkapnya.

[RIZ]

Peresmian Kursus Komputer Gratis Program 100 Desa CEMARA dan Penyerahan 105 sertifikat di desa Bantrung

JEPARA - suaraonlineterkini.com - Dunia Perpustakaan | Kemungkinan besar hampir rata-rata mereka para pejuang literasi di negeri ini memang tidak membutuhkan penghargaan kecuali untuk memang mereka yang gila hormat. Namun setidaknya, kiprah para pejuanag literasi ini memang harus diberikan apresiasi sebagai perwujudan kita atas apa yang sudah mereka lakukan. Lebih khusus lagi tentunya untuk para pejuang literasi yang memang dari awal mereka berjuang bukan untuk mencari uang apalagi ketenara melainkan murni pengabdian. Orang-orang seperti itulah yang memang sudah selayaknya diberikan apresiasi dan penghargaan.

Kampoeng Pintar Jepara merupakan salah satu program pemberdayaan masyarakat yang berhasil dan memiliki dampak positif bagi masyarakat. Program-program yang ada di Kampoeng Pintar Jepara diantaranya yaitu Kursus Komputer Gratis  dan pelatihan wirausaha yang ditujukan untuk semua kalangan tanpa memandang usia dan status.

Pada kesempatan ini, Kampoeng Pintar Jepara telah merealisasikan misinya yaitu mendirikan 100 tempat pelatihan komputer GRATIS. Hari ini, Minggu, 30 Agustus 2015 mengadakan peresmian Kursus Komputer Gratis dengan tema “Smart Education” dan penyerahan Sertifikat  CEMARA di  desa Bantrung Kecamatan Batealit kabupaten Jepara, yang dihadiri oleh Kepala KESRA Kab. Jepara selaku mewakili bapak Wakil Bupati Jepara, SekCam, Lurah desa Bantrung beserta perangkat desa dan sekitar  400 lebih warga yang ikut berpartisipasi.
Penyerahan sertifikat secara simbolis di berikan secara langsung oleh Kepala KESRA Kab. Jepara kepada mereka yang terlibat dalam gerakan Kampoeng Pintar Jepara di desa Bantrung, kec. Batealit, kab. Jepara. Ini merupakan peresmian kursus Komputer Gratis yang kelima.

Dalam acara yang telah terselanggara, ada sekitar 105 peserta didik pelatihan kursus komputer Kampoeng Pintar yang mendapatkan sertifikat pelatihan ketrampilan  dari Wakil Bupati Jepara. Penyerahan sertifikat secara simbolis tersebut didampingi langsung oleh Wakil DPRD kabupaten Jepara, Kepala Dinas Perpustakaan Daerah kabupaten Jepara, Camat Batealit, Lurah desa Bantrung beserta tokoh masyarakat Jepara.

Sementara itu, Ketua Kampoeng Pintar Jepara, Eko Santoso mengatakan jika dirinya ingin segera membuka tempat pelatihan seperti ini di desa lain yang ada di Jepara  dan akan selalu siap membagi pengalaman dan ilmunya kapan saja dimana saja kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ditempat Kampoeng Pintar Jepara ini juga selain pelatihan kursus komputer gratis, juga di adakan pendidikan karakter dan pelatihan wirausaha.

Tentunya kita berharap di daerah-daerah lain akan ada semakin banyak lagi sosok-sosok pemuda yang menciptakan ide, gagasan, dan trobosan untuk mencerdaskan dan memajukan serta memberdayakan masyarakat dengan cara seperti yang dilakukan oleh Kampoeng Pintar di Jepara tersebut. Bentuknya bisa dengan berbagai macam, mulai dari melalui taman bacaan, perpustakaan, pelatihan komputer gratis, kewirausahaan, dan masih banyak lagi yang lainya. [RIZ]

Ketidak Patuhan Pihak Sekolah dalam menjalankan PPDB On-Line di Jepara

JEPARA - suaraonlineterkini.com - Dalam menjaring calon peserta didiknya, Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Jepara sudah menggunakan layanan online. Jumlah peserta didik baru yang masuk pada tahun ajaran 2015/2016 adalah 409 peserta didik, yang terbagi dalam 11 kelas.

Hal ini disampaikan oleh Bambang Sukrohadi selaku Humas SMA N 1 Jepara saat dikonfirmasi, Senin (24/8). "Jumlah peserta didik tahun ini 409 siswa/siswi, terbagi dalam kelas IPA 6 kelas, IPS 4 kelas, dan Bahasa 1 kelas. Semua pendaftaran melalui online semua", terangnya.

Lebih Lanjut Bambang mengatakan, dari jumlah tersebut, untuk kelas IPA dan IPS per kelasnya diisi sebanyak 38 siswa/siswi, dan untuk kelas bahasa diisi sebanyak 29 siswa/siswi. Untuk daftar ulang para peserta didik baru pihak sekolah memang tidak memungut biaya apapun ke orang tua/wali peserta didik.
Terpisah, Sekertaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jepara Ali Maftuh melalui Kasubag Perencanaan dan Evaluasi Widiyantoro saat ditemui diruang kerjanya mengatakan, untuk pendaftaran peserta didik baru (PPDB) tahun ini memang untuk sekolah-sekolah yang sudah memiliki internet disarankan untuk memakai sistem pendaftarannya melalui online. Untuk jumlah daya tampung di SMA N 1 Jepara yang tercatat di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga sebanyak 350 peserta didik dan itu sudah tercukupi semua. "SMA 1 Jepara sudah pakai sistem online, dan jumlah peserta tersebut sudah lterpenuhi, dan kami akan melakukan verifikasi lagi terkait data tersebut", terangnya.

Tata cara pendaftaran PPDB dengan sistem on-line sebagaimana yang diatur dalam Surat Keputusan Bersama Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga dengan Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Jepara tentang petunjuk teknis penerimaan siswa didik baru tahun pelajara 2015/2016, calon peserta didik boleh memilih 2 sekolah, setelah itu mencetak tanda bukti pendaftarannya, kemudian menyerahkan bukti pendaftarannya ke sekolah yang dipilih disertai kelengkapannya untuk verifikasi. Sementara itu, untuk pengumuman hasil PPDB on-line dapat dilihat langsung melalui internet ataupun dapat dilihat langsung pada pengumuman di sekolah yang bersangkutan. Untuk melakukan pendaftaran dan hasil pengumuman PPDB on-line dapat dilihat di www.jepara.siap-ppdb.com.

Sementara itu, Udik Agus Dwi Wahyudi selaku Kepala SMA N 1 Jepara saat ditemui diruang kerjanya (27/8) menjelaskan, memang ada selisih data penerimaan peserta didik baru antara data yang ada di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga dengan data dari pihak sekolah, hal ini disebabkan karena adanya program kemitraan antara pihak sekolah dengan lembaga yang peduli pendidikan, baik itu lembaga formal maupun tidak formal. Adanya kemitraan tersebut dikarenakan tingginya minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SMA N 1 Jepara. Para peserta didik baru yang berasal dari kemitraan pun, harus mendaftarkan dirinya melalui pendaftaran on-line terlebih dahulu, sehingga mereka yang masuk melalui jalur kemitraan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.

"Peserta didik yang masuk melalui jalur kemitraan biasanya NIM nya juga masuk, selain itu diperuntukan juga bagi peserta didik dengan kemampuan lebih, misalakan terkait prestasi, kecerdasan anak itu sendiri" terang Udik.
Terkait selisih itu, lanjut Udik, sebetulnya dari pihak sekolah sudah pernah memberitahukannya kepada Dinas Dikpora Jepara, tapi baru sebatas lisan dan belum berbentuk pemberitahuan resmi. "Sebetulnya hampir disetiap sekolah punya program kemitraan, tergantung animo masyarakat disekitar sekolah tersebut", jelasnya.[RIZ]

PLTU Tanjung Jati B dapat Kunjungan Mahasiswa USM Teknik Elektro Semarang

JEPARA - suaraonlineterkini.com - Kali ini PLTU Tanjung Jati B. kedatangan  Mahasiswa USM Teknik elektro Semarang, dengan membawa 71 Mahasiswa dan 2 Dosen Pembimbing guna untuk memperkenalkan dan penembah wawasan tentang Pembangkit Listrik dan cara bagaimana biasa menghasilkan  energy dan tentang proses produksinya,  Rombongan tersebut tiba di PLTU Tanjung Jati B. pukul 11.00 WIB pada Rabu 15/04/2015.

Sebelum acara dimulai Pihak PLTU Tanjung Jati B Jepara yang di wakili Bapak Grahita (Humas PT.PLN Persero) menyambut kedatangan rombongan yang tiba. Dan dilanjutkan  Suryana (engineering) yang menambahkan tentang tatacara keselamatan dan tata tertib memasuki project PLTU Tanjung Jati B. dan Apa saja yang harus dipatuhi saat berada di lokasi PLTU karena mahasiswa yang baru masih perlu adanya briefing agar tidak terjadi kesalahan saat berada di lokasi PLTU.

Acara yang berlangsung sekitar 2 jam di gedung Conference Room PT.KPJB berlangsung lancar . dalam acara tersebut banyak penjelasan/pengertian tentang proses produksi listrik, jaringan, skema bisnis dan operasional mesin Boiler di PLTU Tanjung Jati B Jepara oleh salah seorang staf PT. PLN Persero Pembangkitan Jawa Bali oleh Sutomo selaku narasumber. Dan dilanjut dengan sesi Tanya jawab.

Ari Dosen pembimbing Jurusan Teknik elektro menambahkan “kegiatan tersebut diadakan di USM khususnya Teknik Elektro untuk menambah wawasan bagaimana caranya untuk memproduksi Listrik dan apklikasinya setelah beroperasi.

Acara telah usai Rombongan Mahasiswa USM teknik elektro diajak berkeliling PLTU Tanjung Jati B. guna memperkenalkan bentuk komponen yang bisa menghasilkan Listrik, dan titik lokasi cara beroperasi mulai dari bahan bakar Batu Bara yang nantinya bisa menghasilkan Uap untuk memutar turbin dan seputar dermaga tempat bersandarnya Kapal pengangkut Batu Bara. [Red]

Mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya ( Pens ) Kunjungi PLTU Tanjung Jati B


JEPARA - suaraonlineterkini.com - Kunjungan Mahasiswa di berbabagi Industri dalam rangka study ekskursi memang wajib dilakukan setiap perguruan tinggi demi mendapatkan pengalaman lapangan bagi mahasiswa, setelah beberapa hari yang lalu Mahasiswa Politeknik Negeri Semarang ( Polines), kini giliran Politeknik Elektronika Negeri surabaya ( Pens ) kunjungi PLTU Tanjung Jati B Jepara pada Rabu 18/2/2015.

Sekitar 47 Mahasiswa putra putri semester IV jurusan Elektro Industri serta didampingi dua dosen tiba di PLTU Tanjung Jati B pukul 09.30 WIB, mereka langsung menuju conference room di gedung Utama PT. PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B.

Maksud dan tujuan kunjungan mahasiswa Pens pada hari ini adalah agar dapat mengetahui peralatan peralatan PLTU karena di Kampus hanya dikasih teori, ujar  Dosen Pens saat menyampaikan sambutan kedatangan. lebih lanjut dia mengatakan dengan kunjungan ini diharapkan mahasiswa nantinya tidak canggung terjun dilapangan. dia juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada PLTU Tanjung Jati B yang mau menerima kedatangannya.

Deputi Manager Bidang Engineering PLTU Tanjung Jati B  Ery Suryana yang pada waktu itu mewakili PT. PLN (Persero) Pembangkitan Tanjung Jati B. memberikan ucapan selamat dating kepada para mahasiswa Pens, dalam pemaparan dan presentasi kali ini diberikan oleh sutomo engineer operasi dan pemeliharaan PLTU Tanjung Jati B. dalam presentasinya terhadap mahasiswa, sutomo menjelaskan mengenai skema bisnis, siklus rankine, cross section, electrical system, transmission process hingga pengelolaan limbahnya.

sekitar dua jam acara tersebut berlangsung dan diisi dengan sesi Tanya jawab, dalam sesi Tanya jawab mahasiswa menanyakan tentang bagimanana cara pemeliharan jika terjadi kerusakan, kenapa diberi nama PLTU Tanjung Jati B bukan A atau C dan juga rencana program PLTN di Jepara, kendati masih banyak pertanyaan lain di sesi kedua.

seluruh pertanyaan mahasiswa dijawab oleh para ahli dibidangnya masing masing dan mahawsiswa merasa puas dengan presentasi serta pemaparan yang diberikan. diakhir acara tak lupa saling menyerahkan cinderamata dan dilanjutkan foto bersama hingga keliling komplek PLTU Tanjung Jati B.
( Red )

Dampak Positif dan Negatif Sosial Media


SOT - Suaraonlineterkini.com - Saat ini perkembangan aplikasi media sosial seperti Facebook, Twitter dll,mengalami perkembangan yang sangat pesat baik di kalangan remaja maupun anak-anak.Sebagai aplikasi media sosial hal ini tentu saja membawa banyak dampak baru dalam perkembangan remaja dan anak-anak, baik dampak negatif maupun positif. Dampak positif media sosial dalam perkembangan IT sebenarnya membawa banyak keuntungan, misalnya saja memudahkan dalam hal komunikasi, mencari dan mengakses informasi.Namun di selain itu hal ini juga membawa hal negatif bagi para anak-anak dan remaja yangsalah dalam penggunaan fungsinya tersebut.Dalam hal ini kita sebagai pengguna media sosialharus lebih jeli dalam hal menggunakan fungsi dari media sosial tersebut.

Facebook, twitter dan situs jejaring sosial yang lainnya saat ini merupakan aplikasi teknologi yang sedang digemari kalangan remaja termasuk juga anak-anak. Dengan situs jejaring ini kita dapat memperluas pertemanan baik secara kekerabatan maupun dengan masyarakat luas, bukan hanya dalam ruang lingkup lingkungan tempat tinggal saja tetapi dari berbagai macam kalangan, lingkungan maupun status sosial. Hal tersebut menjadi suatu keharusan bagi remaja untuk memilikinya.

Dengan adanya hal tersebut situs jejaring sosial ini mengakibatkan dampak yang positif maupun negatif. Dampak positif dari jejaring sosial diantaranya sebagai sarana untuk mempromosikan iklan yang belakangan ini disebut dengan jual beli online, ada juga yang membuat grup atau komunitas untuk bertukar informasi dan juga memperluas pertemanan. Selain itu jejaring sosial juga dapat mempertemukan tali persaudaraan yang sudah lama tidak bertemu atau sempat putus.

Dampak negatif jejaring sosial bagi remaja dan anak-anak adalah dengan situs jejaring sosial yang mereka akan merasa kecanduan dan tidak mengenal waktu karena mereka harus update terhadap situs jejaring sosial yang mereka miliki. Belakangan ini marak kasus penculikan terhadap gadis remaja setelah berkenalan lewat jejaring sosial, ada pula yang melarikan diri atau kabur dari rumah setelah berkomunikasi dengan teman jejaring sosialnya. Dampak negatif situs jejaring sosial juga nampak dalam perubahan sikap yang ditunjukan setelah remaja tersebut kecanduan jejaring sosial diantaranya mereka menjadi malas karena terlalu asyik dengan jejaring sosial mereka, mereka juga lupa akan kewajiban mereka sebagai pelajar. Selain itu mereka juga akan bersikap egois, tidak peduli dengan lingkungan sekitar karena waktu yang mereka miliki dihabiskan untuk internet. 

Dengan berkembangnya dunia teknologi, saat ini banyak situs-situs jejaring sosial yang menyedot perhatian banyak massa. Sebut saja Facebook dan Twitter yang belakangan ini sangat digandrungi anak kecil, remaja maupun dewasa. Sudah dapat dipastikan situs jejaring sosial ini memiliki dampak positif dan negatif bagi penggunanya itu sendiri. Pemanfaatan internet akhir – akhir ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Media internet tidak lagi hanya sekedar menjadi media berkomunikasi semata, tetapi juga sebagai bagian tak terpisahkan dari dunia bisnis, industry, pendidikan dan pergaulan social. Khusus mengenai jejaring social atau pertemanan melalui dunia internet, atau lebih dikenal dengan social network pertumbuhannya sangat mencengangkan.

Dunia telah berubah dan akan terus berubah, jarak antar daerah bahkan antar Negara telah semakin dekat. Beberapa puluh tahun lalu kita sempat takjub dengan televisi yang bisa membagi informasi gambar bergerak ke seluruh pelosok negeri. Kini zaman telah berubah setiap orang bisa berbagi gambar bergerak kepada yang lainya, setiap orang bisa berbicara dan saling melihat lawan bicaranya secara langsung dimanapun ia berada.

Teknologi informasi yang berbasis internet telah berkembang pesat di indnesia, produk berbasis internet yang paling di gemari saat ini adalah situs jejaring social berupa facebook dan twitter. Dengan layanan situs jejaring sosial ini kita dapat berkomunikasi dengan teman-teman baru maupun lama dari belahan dunia manapun.

Arus perkembangan teknologi ini bagaimana pun tak akan bisa kita bendung, sebagian besar anak dan remaja saat ini telah familiar dengan berbagai situs jejaring sosial tersebut, tidak saja anak dan remaja kota, bahkan anak-anak di pedesaan pun kini telah berangsur-angsur mulai menggunakan jejaring sosial tersebut.

Berkembang pesatnya situs jejaring sosial tersebut tentu saja punya dampak positif dan juga negatif, oleh karena itu pentig untuk di buat suatu sistem pengawasan dan bimbingan bagi mereka agar dampak negatif nya dapat di hindari dan dampak positif nya semakin di rasakan.

Tugas mengawasi dan membimbing itu tentu saja bukan tugas guru di sekolah semata, orang tualah yang seharusnya berperan dalam pengawasan dan bimbingan bagi anak-anaknya. Untuk pedoman pengawasan tersebut tentu saja para orang tua dan para anak dan remaja itu sendiri mengetahui apa saja dampak positif dan negatif situs jejaring sosial tersebut. Untuk itu di bawah ini akan saya sebutkan beberapa dampak negatif dan positif pemanfaatan situs jejaring social tersebut.

A .Dampak positif jejaring soial
  • Anak dan remaja dapat belajar mengembangkan keterampilan teknis dan social yang sangat di butuhkan di zaman digital seperti sekarang ini. Mereka akan belajar bagaimana cara beradaptasi,bersosialisai dengan public dan mengelola jaringan pertemanan
  • Memperluas jaringan pertemanan, anak dan remaja akan menjadi lebih mudah berteman dengan orang lain di seluruh dunia, meski sebagian besar diantaranya belum pernah mereka temui secara langsung.
  • Anak dan remaja akan termotivasi untuk belajar mengembangkan diri melalui teman-teman yang mereka jumpai secara online, karena di sini mereka berinteraksi dan menerima umpan balik satu sama lain.
  • Situs jejaring social membuat anak dan remaja menjadi lebih bersahabat, perhatian, dan empati, misalnya memberi perhatian saat ada teman mereka yang ulang tahun, mengomentari foto, video dan status teman mereka, menjaga hubungan persahabatan meski tidak dapat bertemu secara fisik.
  • Internet sebagai media komunikasi : merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya dari seluruh dunia
  • Media pertukaran data : dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (world wide web : jaringan situs-situs web) para pengguna internet di seluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepat dan murah.
  • Media untuk mencari informasi atau data : perkembangan internet yang pesat, menjadikan www sebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.
  • Kemudahan memperoleh informasi : kemudahan untuk memperoleh informasi yang ada di internet banyak membantu manusia sehingga manusia tahu apa saja yang terjadi. Selain itu internet juga bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain.
  • Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan : Dengan kemudahan ini, membuat kita tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/penjualan karena dapat di lakukan lewat internet.
B. Dampak Negatif jejaring sosial
  • Anak dan remaja menjadi malas belajar berkomunikasi di dunia nyata. Tingkat pemahaman bahasa pun menjadi terganggu. Jika anak terlalu banyak berkomunikasi di dunia maya, maka pengetahuan tentang seluk beluk berkomunikasi di kehidupan nyata, seperti bahas tubuh dan nada suara, menjadi berkurang.
  • Situs jejaring social akan membuat anak dan remaja lebih mementingkan diri sendiri. Mereka menjadi tidak sadar akan lingkungan sekitar mereka, karena kebanyakan menghabiskan waktu di internet. Hal ini dapat mengakibatkan anak menjadi kurang berempati di dunia nyata.
  • Bagi anak dan remaja, tidak ada aturan ejaan dan tata bahasa di jejaring social. Hal ini akan membuat mereka semakin sulit membedakan anatara berkomunikasi di situs jejaring social dan dunia nyata. Hal ini tentunya akan mempengaruhi keterampilan menulis mereka di sekolah dalam hal ejaan dan tata bahasa.
  • Situs jejaring social adalah lahan subur bagi predator untuk melakukan kejahatan. Kita tidak akan pernah tahu apakah seseorang yang baru di kenal anak kita di internet, menggunakan jati diri yang sesungguhnya.
  • Pornografi : Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela. Untuk mengantisipasi hal ini, para produsen browser melengkapi program mereka dengan kemampuan untuk memilih jenis home page yang dapat di akses. Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal.
  • Penipuan : Hal ini memang merajalela di bidang manapun. Internet pun tidak luput dari serangan penipu. Cara yang terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang Anda dapatkan pada penyedia informasi tersebut.
  • Carding : Karena sifatnya yang real time (langsung), cara belanja dengan menggunakan Kartu kredit adalah cara yang paling banyak digunakan dalam dunia internet. Para penjahat internet pun paling banyak melakukan kejahatan dalam bidang ini. Dengan sifat yang terbuka, para penjahat mampu mendeteksi adanya transaksi (yang menggunakan Kartu Kredit) on-line dan mencatat kode Kartu yang digunakan. Untuk selanjutnya mereka menggunakan data yang mereka dapatkan untuk kepentingan kejahatan mereka.
  • Perjudian : Dampak lainnya adalah meluasnya perjudian. Dengan jaringan yang tersedia, para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya. Anda hanya perlu menghindari situs seperti ini, karena umumnya situs perjudian tidak agresif dan memerlukan banyak persetujuan dari pengunjungnya.[Red]


Belajar Menulis, Gabung di Akademi Menulis Jepara


Jepara - suaraonlineterkini.com - Akademi Menulis Jepara (AMJ) resmi di launching di Perpustakaan Daerah Kabupaten Jepara, Sabtu (10/1) lalu. Organisasi yang dirintis untuk pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum tujuannya untuk mereka yang hendak belajar menulis baik fiksi dan non fiksi.

Mulanya, AMJ lahir dari status Rosalina Susanti (blogger Jepara) di status salah satu grup yang ingin mengadakan pelatihan menulis. Pelatihan ini hendak mengundang penulis-penulis asal Jepara.

Singkat kata, dari status diputuskan waktu pelaksanaan sekitar September tahun lalu. Untuk tempat kegiatan Rosa memilih tidak resmi sedangkan Ella Sofa lebih cocok di pendopo kecamatan Kalinyamatan.

Dari kedua opsi ini belum ada titik temu namun sudah memutuskan bulan kegiatan antara November-Desember 2014 hingga Januari 2015.

Saat belum ada tindak lanjut, Sochib Achmada fasilitator Perpuseru kabupaten Jepara menyarankan agar kegiatan dipusatkan di Perpus Jepara. Sebab kegiatan seperti ini menurut dia pihak perpus bisa memfasilitasi tempat.

Atas usulan ini berkumpullah Kartika Catur Pelita (cerpenis), Adi Zam-zam (cerpenis) di kediaman Ella Sofa (penulis). Alhasil dari pertemuan dua kali mereka memutuskan untuk launching organisasi dilaksanakan awal Januari lalu.

Ketua AMJ, Kartika Catur Pelita mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan SDM masyarakat Jepara dalam hal menulis. Menurut Kartika bibit-bibit penulis dari Jepara sangat banyak namun mereka tidak tahu harus berbuat apa?

“Tidak adanya yang membimbing, mengajari dan mendampingi mereka sehingga harapan-harapan tersebut kadang pupus di tengah jalan,” papar dia.

AMJ bagi novelis “Perjaka” ini akan berbeda dengan yang lain. Pasalnya, kegiatannya bukan hanya sekadar laiknya kegiatan di bangku sekolah. Misalnya, kegiatan pelatihan jurnalistik yang terbatas ruang dan waktu. Namun AMJ, kegiatannya berkelanjutan.

Semua ragam materi menulis diajarkan baik fiksi maupun non fiksi. Tetapi porsinya 30 % teori selebihnya praktik.

Lelaki kelahiran Jakarta 11 Januari ini menambahkan kegiatan ini mempunyai misi untuk memberdayakan minat membaca menulis masyarakat Jepara. Disamping itu, untuk melahirkan penulis-penulis yang unggul, cerdas dan tangguh.

Salah satu peserta AMJ, Hendri Setya L mengemukakan dirinya pernah berangan-angan untuk menulis di media lokal. Tetapi lulusan S1 salah satu universitas di Kediri ini tidak tahu harus berbuat apa.

Tiba-tiba suatu Sabtu ia membaca pengumuman launching AMJ. Dari itu ia tertarik ikut. “Kesannya seru ikut AMJ. Motivasi menulis saya juga meningkat lagi,” kesannya.

AMJ sendiri mempunyai fasilitator tetap Adi Zam-zam, Ella Sofa dan Kartika sebagai ketua. Tidak menutup kemungkinan siapa saja yang hendak berbagi dalam bidang kepenulisan sangat terbuka lebar.

Sebagai organisasi kepenulisan non profit Kartika menambahkan kedepan kegiatannya tidak monoton teori dan praktik. Lebih dari itu, kegiatan semacam bedah buku, menghadirkan pengajar tamu, silaturrahmi dengan komunitas lain maupun kegiatan lain di agendakan.

Harapannya kegiatan yang rutin di laksanakan saben Sabtu pukul 14.00-16.00 wib di Perpustakaan Daerah Jepara ini tetap berjalan. Aktivis AMJ harapannya mampu berkiprah di tengah-tengah masyarakat.

“Bermanfaat (menulis, red) untuk dirinya juga ilmunya juga ditularkan untuk orang lain sehingga pegiat AMJ bermanfaat di tengah-tengah masyarakat,” harapnya. [Syaiful Mustaqim]

13 mahasiswa sukabumi resmi dilantik Muhammadiyah

SOT Jabar - suaraonlineterkini.com - Perwakilan Derah muhammadiyah  Jawa Barat, melantik dan mengukuhkan 13 pengurus dalam Muscab ikatan mahasiswa muhammadiyah di sukabumi jawa barat. Dalam Muscab tersebut Mahasiswa keguruan da ilmu pengajar Erwin Setiabudi terpilih sebagai Ketua Umum Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) periode 2014-2015.

Musayawarah cabang  ke   ikatan mahasiswa muhammadiyah sukabumi bertempat di villa landing sutrees salabintana sukabumi jawa barat, dibuka  secara langsung  dan ditutup oleh Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukabumi, H. Yana Fajar serta  dihadiri pengurus Perwakilan daerah IMM Jawa Barat serta peserta lainnya ini berlangsung selama satu hari, dengan mengambil  Tema  kiprah IMM dalam peneguhan gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar.

Menurut Wakil Ketua Perwakilan Daerah Muhammadiyah sukabumi  Yana Fajar , dengan dilantiknya kepengurusan IMM dalam muscab ini para pengurus  lebih cerdas terutama  tentang  gerakan dakwah amar ma’ruf dan nahi munkar. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,”terangnya.
Lebih lanjut yana menjelaskan gerakan dakwah yang teguh merupakan relevansi penetapan tersebut. Selain itu , untuk memahami gerakan dakwah yang sesuai trilogi serta spectrum yang luas religiusitas, intelektualitas serta humanitas merupakan harga mati yang harus diemban dan dijalankan oleh para pengurus IMM kedepan,”tegasnya.

dari muscab ke VIII  IMM tahun 2014  dari 13 daftar formatur terpilih pada muscab VIII  diantaranya Erwin Stiabudi ditetapkan sebagai  ketua umum IMM periode 2014 – 2019 , dalam kepemimpinanya tersebut tugas dan tufoksi akan dibantu oleh 12 pengurus  lainya diantaranya  Yandra Utama Santosa, Nurul Fitri, Asep Muhammad Yasin, M Hardiansyah, Bayu Aprianto, Silsil Marsela, Ridwanulloh, Kurnia Andriansyah, Sigit Senjaya, Nurul Ismi,”pungkas guru besar universitas Muhammadiyah sukabumi Yana fajar kepada SOT.(her)


MA Walisongo Jepara Memproduksi "Cairan Khusus" Pertanian

SOT Jepara - suaraonlineterkini.com - Peserta didik MA Walisongo Pecangaan Jepara yang tergabung dalam Unit Kegiatan Siswa (UKS) Farm Agriculture memproduksi cairan khusus untuk pertanian. Beberapa jenis cairan yang diproduksi PGPR Akar Bambu, PGPR Rumput Tekek-tekekan Akar Serabut, PGPR Rumput Tekek-tekekan Akar Gada dan Mol Rebung Bambu yang manfaatnya untuk mencegah penyakit akar tanaman.

Mol Bonggol Pisang dan Mol Buah Maja untuk perangsang pertumbuhan pada fase fegetatif, Mol Buah-buahan untuk perangsang bunga dan buah serta Probiotik Pengurai Tinja untuk pengurai tinja di septitank.

Delapan jenis cairan itu dipamerkan dalam kegiatan Pelatihan dan Pameran yang diadakan SMK Walisongo Pecangaan Jepara di halaman sekolah setempat, Kamis (27/11) pagi.

Sri Utami, salah satu pegiat UKS tersebut menyebut proses pembuatan cairan-cairan itu. Siswi kelas X IPA itu menguraikan pembuatan probiotik pengurai tinja yang terbuat dari gula merah, lerin (air beras) dan rumen (kotoran sapi).

Proses pembuatannya memakan waktu 2 pekan. “Rumen 20 ml dimasukkan didalam wadah yang berisi air gula merah. Selama proses penyimpanan tidak boleh terkena sinar matahari namun botol cairan ini dikasih celah sedikit,” jelas Utami.

Manfaat cairan itu urai siswi asal desa Pancur, Mayong untuk mempercepat penguraian tinja di dalam septitank menjadi air yang diserap tanah sehingga tidak perlu repot untuk menguras.

Manfaat lain lanjut dia untuk meningkatkan kandungan mikro organisme pengurai di dalam tanah serta sebagai pupuk cair untuk fermentasi jerami.
Dalam setiap botol cairan dijual dengan harga berbeda. Khusus Probiotik Pengurai Tinja harganya Rp. 10.000/ mil. Lainnya Rp.5.000 per 330 mil.

Dalam proses memproduksi mereka tidak sendirian namun didampingi pembina UKS Farm Agriculture, Saiful  Anam serta waka kesiswaan, Mukhlisin. [Syaiful Mustaqim]
 

Pengunjung SOT Jepara

Support : Creating Website | Maz Kizin | Redaksi
Copyright © 2014. Suara Online Terkini - All Rights Reserved
Template Created by SOT Jepara Published by Maz Kizin
Proudly powered by SOT Jepara