"TERIMA KASIH" Anda telah memasuki Website Media Suara Online Terkini "SOT Jepara" Sebelum anda membaca semua berita yang telah kami rangkum sebelumnya kami akan jelaskan mengenai SOT Jepara ok... Suara Online Terkini adalah Media Online yang mampu menampung berbagai macam berita diantaranya Seputar Nasional, Metropolitan, Daerah, Ekonomi, Bisnis, Internasional, Sosial, Budaya, Agama, Pendidikan, Politik, Hukum, Kesehatan dll kami terima kritik dan saran melalui kontak kami.atau Hub: 085-229-333-371 Pin BB:7473F04F.
Headlines News :
Home » » Penolakan Kian Kuat, Kelompok Zona Merah Kirim Surat ke Presiden

Penolakan Kian Kuat, Kelompok Zona Merah Kirim Surat ke Presiden

Written By Unknown on Kamis, 24 Maret 2016 | 16.59

Foto Surat yang di layangkan kepada Presiden RI
JEPARA - suaraonlineterkini.com - Penolakan ekspansi pembangunan PLTU Tanjung Jati B Jepara unit 5 dan 6 oleh kelompok Masyarakat Zona Merah kian menguat, hal tersebut disampaikan ketua Kelompok Zona Merah Eko Subagyo di kediamannya pada Kamis,24/3/2016,  dirinya mengakui  telah mengirim surat ke presiden jokowi.

Yoyok Panggilan akrab Eko Subagyo mengatakan kami mengirim surat ke presiden dengan alasan dulu pernah berdialog dengan dewan Provinsi jawa tengah tahun 2008 silam namun tak ada titik temu, bahkan ditingkat Kabupaten Jepara terjadi deadlock, hal tersebut yang membuat kelompok Zona merah mengirim surat ke Presiden.

Surat tersebut dikirim ke presiden hari ini yang isinya tentang pengaduan dan penolakan ekspansi pembangunan PLTU Tanjung Jati B unit 5&6 dengan tembusan surat kepada Gubernur Jawa Tengah,Ketua DPRD Jawa Tengah, Bupati Jepara dan  ketua DPRD Jepara.

Dia juga menjelaskan sebelumnya bahwa, kelompok Zona Merah adalah masyarakat yang rumahnya di sekuping dan berdempetan langsung dengan PLTU.  yang pada waktu itu datang ke semarang dengan rombongan sebanyak dua bus untuk dengar pendapat di dewan Provinsi.

Karena hingga saat ini gak ada titik temu akan permasalahan permasalahan  yang kami sampaikan,maka kami langsung mengirim surat ke presiden untuk minta penyelesaian, imbuhnya.

Bahkan dirinya mengakui bahwa tidak hanya memgirim surat ke Presiden Indonesia, Namun juga telah berkoordinasi dengan friend of eart (FoE) Japan untuk bisa membantu dalam komunikasi dengan investor PT. Sumitomo dan Japan Bank for Internationl corporation (JBIC), untuk menghentikan investasinya di Indonesia, khususnya PLTU, terangnya.

[Red]
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Maz Kizin | Redaksi
Copyright © 2014. Suara Online Terkini - All Rights Reserved
Template Created by SOT Jepara Published by Maz Kizin
Proudly powered by SOT Jepara