"TERIMA KASIH" Anda telah memasuki Website Media Suara Online Terkini "SOT Jepara" Sebelum anda membaca semua berita yang telah kami rangkum sebelumnya kami akan jelaskan mengenai SOT Jepara ok... Suara Online Terkini adalah Media Online yang mampu menampung berbagai macam berita diantaranya Seputar Nasional, Metropolitan, Daerah, Ekonomi, Bisnis, Internasional, Sosial, Budaya, Agama, Pendidikan, Politik, Hukum, Kesehatan dll kami terima kritik dan saran melalui kontak kami.atau Hub: 085-229-333-371 Pin BB:7473F04F.
Headlines News :
Home » » Bencana Alam yang terjadi disebabkan oleh Ulah Tangan Manusia

Bencana Alam yang terjadi disebabkan oleh Ulah Tangan Manusia

Written By suaraonline terkini on Sabtu, 22 Februari 2014 | 08.46

SOT Jepara - Bencana alam yang terjadi di Indonesia semisal banjir, tanah longsor dan gunung meletus merupakan akibat perbuatan tangan jahil manusia sendiri. Hal itu dikemukakan KHMakruf Islamuddin saat memberikan ceramah di desa Banyuputih kecamatan Kalinyamatan, kabupaten Jepara, Rabu (19/2) malam.
Pernyataan yang disampaikan itu sejalan dengan petikan surat Ar-Ruum: 41. Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
Sehingga Kiai Makruf mengartikan manusia sebagai menungso, menus-menus kakean dosa. Menurut pengasuh pesantren Walisongo Sragen ini bencana merupakan “ayat” yang tidak tertulis namun bisa dibaca. Air misalnya berjalan sesuai sunnatullah menuju dataran rendah.
Manusia yang tertimpa musibah lanjutnya harus mengambil hikmah. Caranya, kiai yang sering membawakan syair-syair jawa ini mengimbau bahwa semua bencana yang diturunkan ialah kersane (keinginan, red) Allah. “Kita semua harus percaya qada’ qadar Allah SWT,” imbaunya kepada ribuan jamaah yang hadir. 
Bencana masih menurutnya adalah kersane Allah yang baik. Kiai Asal Sragen ini menambahkan agar kersane Allah sahe, baik manusia agar semakin mendekatkan diri kepadaNya, laiknya anak yang dekat dengan orang tuanya. “Atine kudu eleng neng Allah, akeh-akeh anggone Istighfar lan ibadah,” tambahnya. 
Tujuan dari itu agar manusia mendapatkan welas asih, belas kasihan dari Allah. Untuk mendapatkan welasNya dengan memperbanyak istighfar. Nabi Muhammad contohnya meskipun didaulat jauh dari dosa masih beristigfar sehari lebih dari 100 kali. Kedua, perbanyak sedekah sebagai tadfaul bala’, penolak balak. Ikhlas memberi dan menerima. Ketiga, berhenti berbuat maksiyat getun, kapok (tidak mengulangi lagi, red). 
Kiai Makruf juga membacakan fatihah harapannya bencana yang terjadi menjadi bentuk kasih sayang Tuhan kepada hambanya. “Membaca Fatihah itu tergantung yang membaca. Mudah-mudahan musibah yang menimpa kita semoga saja sebagai kasih sayang Allah kepada hambanya,” doanya. (Syaiful Mustaqim) 
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Maz Kizin | Redaksi
Copyright © 2014. Suara Online Terkini - All Rights Reserved
Template Created by SOT Jepara Published by Maz Kizin
Proudly powered by SOT Jepara