"TERIMA KASIH" Anda telah memasuki Website Media Suara Online Terkini "SOT Jepara" Sebelum anda membaca semua berita yang telah kami rangkum sebelumnya kami akan jelaskan mengenai SOT Jepara ok... Suara Online Terkini adalah Media Online yang mampu menampung berbagai macam berita diantaranya Seputar Nasional, Metropolitan, Daerah, Ekonomi, Bisnis, Internasional, Sosial, Budaya, Agama, Pendidikan, Politik, Hukum, Kesehatan dll kami terima kritik dan saran melalui kontak kami.atau Hub: 085-229-333-371 Pin BB:7473F04F.
Headlines News :
Home » » Menghindari Kelebihan Jumlah Kalori yang Masuk Dalam Tubuh

Menghindari Kelebihan Jumlah Kalori yang Masuk Dalam Tubuh

Written By Unknown on Selasa, 11 Februari 2014 | 16.24

SOT Jepara - Sering kali kita jumpai banyak orang yang meminum air meski masih mengunyah makanan. Selain bisa menghilangkan rasa haus, minum saat makan dapat membuat makanan lebih mudah ditelan dan bisa langsung sampai menuju usus.

Perilaku semacam ini memang sempat menimbulkan sedikit kekhawatiran. Pasalnya, ada pandangan yang menilai, minum di saat makan dapat menggangu sistem pencernaan tubuh. Hal itu terjadi lantaran ada penurunan kinerja cairan pencerna yang dikeluarkan oleh perut gara-gara tercampur air.

Namun, pendapat berbeda disampaikan Dokter Spesialis Gizi dari Hang Lekiu Medical Center, dr. Inayah Budiasti, MS SpGk. Menurut dia, minum ketika makan tetap boleh dilakukan bila tubuh merasa kekurangan cairan. Hal ini terkait dengan komposisi tubuh yang terdiri dari 70 persen cairan. Dengan begitu, minum air adalah kegiatan yang bermanfaat bagi proses metabolisme tubuh.

"Kalau kita banyak makan makanan berserat, maka perlu air untuk mengontrol dan melancarkan proses metabolisme,"  ujar dr. Inayah saat diwawancarai SOT Jepara  untuk Yahoo Indonesia.

Selain itu, sambung alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini, jika banyak memakan makanan tanpa minum sedikit pun, kalori yang masuk ke dalam tubuh akan bertambah banyak. Umumnya, jumlah kalori untuk tubuh yang memiliki aktivitas tinggi adalah 1.800 kalori per hari. Sementara kalori yang didapatkan dari setiap porsi makan siang dan malam masing-masing 500 kalori, serta sarapan dan camilan 800 kalori.

Bayangkan jika kalori yang masuk melebihi kapasitas pada umumnya. Ini akan berakibat naiknya berat badan. "Jadi, minum air saat makan akan menghindari kelebihan jumlah kalori yang masuk dalam tubuh," papar dia.

Lebih lanjut Direktur Operasional Hang Lekiu Medical Center ini menjelaskan, meminum air juga bermanfaat untuk mengetahui apakah makanan yang masuk sudah cukup atau belum. “Sinyal itu ada pada setiap orang untuk mengetahui apakah sudah kenyang atau belum kenyang,”  terang wanita yang aktif berbicara mengenai nutrisi dan gaya hidup itu.

Terkait jenis air yang diminum, Inayah menyarankan, agar air yang dikonsumsi adalah air nonkalori seperti air putih dan teh hijau. Hindari meminum air soda karena mengandung gula yang tentu saja tidak baik untuk kesehatan.

"Selain itu, air soda juga mengandung kalori," terang dia. "Makanya, kalau tidak mau bertambah kalorinya, jangan mengonsumsi air bersoda."
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Maz Kizin | Redaksi
Copyright © 2014. Suara Online Terkini - All Rights Reserved
Template Created by SOT Jepara Published by Maz Kizin
Proudly powered by SOT Jepara