"TERIMA KASIH" Anda telah memasuki Website Media Suara Online Terkini "SOT Jepara" Sebelum anda membaca semua berita yang telah kami rangkum sebelumnya kami akan jelaskan mengenai SOT Jepara ok... Suara Online Terkini adalah Media Online yang mampu menampung berbagai macam berita diantaranya Seputar Nasional, Metropolitan, Daerah, Ekonomi, Bisnis, Internasional, Sosial, Budaya, Agama, Pendidikan, Politik, Hukum, Kesehatan dll kami terima kritik dan saran melalui kontak kami.atau Hub: 085-229-333-371 Pin BB:7473F04F.
Headlines News :
Diberdayakan oleh Blogger.
Tampilkan postingan dengan label Suara Semarang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Suara Semarang. Tampilkan semua postingan

APMI Sosialisasikan Aplikasi Android Berbasis FFD/M Guna Memaksimalkan Produksi Perikanan Tangkap dan Kelestarian SDI

Memperkenalkan app android
SEMARANG - suaraonlineterkini.com -  Melihat dari potensi besar maritim Indonesia dengan garis pantai terpanjang ke 4 di dunia mencapai 95.181 km, memiliki perairan laut mencapai 5,8 juta km2, dan memiliki ekosistem-ekosistem spesifik seperti ekosistem terumbu karang, padang lamun, dan mangrove yang kaya akan sumberdaya ikan dan fauna tropis bernilai ekologis dan ekonomis tinggi. Namun sungguh sangat ironis, melimpahnya potensi sumberdaya pesisir dan kelautan yang kita miliki ternyata belum mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan, bahkan kantong-kantong kemiskinan masyarakat Indonesia saat ini berada di wilayah pesisir dan permukiman nelayan.

Dari situlah munculnya beberapa penggagas muda dibidang maritim yang turut andil untuk memajukan SDM Nelayan di Indonesia yang cenderung masih belum melek teknologi , ini membuat dua orang siswa SMA Negeri 1 Banjarnegara yaitu Fitria Dwi Ratnasari dan Yustira Fima N, menemukan sebuah gagasan dalam bentuk aplikasi android untuk para nelayan agar dapat mengetahui hari atau bulan bebas penangkapan untuk pengembangan ekosistem ikan hingga layak tangkap serta letak/posisi ikan tersebut.

F-Go v1.0 Smansabara adalah nama aplikasi android tersebut dengan berbasis FFD/M dengan tujuan utama pembuatan untuk menyukseskan program FFD/M (selanjutnya disebut F-Go). Aplikasi tersebut merupakan aplikasi pertama yang mereka buat, dari SMA Negeri 1 Banjarnegara (Smansabara) dengan biaya nol rupiah.

Fitria menyampaikan, ”"Program Fishing Free Day dan Fishing Free Month (FFD/M) sendiri merupakan hasil penelitian mereka. Tujuan program tersebut adalah memberikan waktu khusus bagi biota laut agar dapat bereproduksi, tumbuh, dan berkembang dengan optimal tanpa adanya gangguang kegiatan penangkapan ikan”.

”Program FFD/M terinspirasi dari kearifan lokal masyarakat pesisir yang memiliki hari libur tertentu dalam melakukan kegiatan penangkapan ikan. Diharapkan nantinya kearifan lokal tersebut dapat dijadikan budaya nasional berupa FFD/M,sehingga hal tersebut tetap akan menyejahterakan nelayan walaupun mereka tidak pergi melaut”, jelas Fitria

Tambah Yustira , ”Melalui F-Go dapat diakses jadwal FFD/M  juga detail program FFD/M diantaranya meliputi daerah implemensi FFD/M dan database FFD/M. Selain itu, melalui F-Go nelayan juga dapat mengetahui daerah-daerah persebaran ikan dengan adanya Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan, Peta Lokasi Penangkapan (Pelikan) untuk Ikan Tuna, Cakalang, Lemuru, dan Pelikan offline. Juga dapat diakses data-data oceanografi berbasis satelit lainnya, dengan teknologi INDESO melalui database INDESO pada website INDESO yang terhubung langsung ke aplikasi F-Go”.

”Aplikasi F-Go dapat digunakan baik secara online maupun offline. Hal tersebut bertujuan untuk mempermudah penggunaan di daerah-daerah yang belum terjangkau area internet”, terang Yustira

Lanjut Fitria, ”F-Go tidak hanya bermanfaat bagi nelayan dan masyarakat pesisir namun, juga masyarakat seluruh indonesia. Karena melaui F-Go masyarakat dapat mengetahui informasi-informasi terkait program FFD/M, kearifan lokal, dan sumber daya kelautan dan perikanan sehingga aplikasi ini sangat direkomendasikan untuk diterapkan di Indonesia”.

Bekerjasama dengan APMI (Assosiasi Pemuda Maritim Indonesia), F-Go v1.0 Smansabara disosialisasikan kepada nelayan Tambak Lorok, Semarang Utara (26/09). Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan data-data lapangan, terutama meninjau apakah aplikasi tersebut dapat diterima atau tidaknya oleh nelayan sebagai pelaku utama sektor penangkapan perikanan.

Guru Pendamping dari SMA 1 Banjarnegara, Wiyono, menyampaiakan, ”Masyarakat sangat antusias mengikuti sosialisasi ini, walau masyarakat nelayan pada umunya banyak yang belum paham mengenai HP terutama android. Namun, mereka tetap tertarik saat diberi pengarahan. Bahkan, meminta untuk diajari lebih lanjut. Dengan adanya fitur F-Go mereka berharap dapat mengetahui strategi pengkapan agar hasil yang didapat meningkat.

Gufron selaku ketua RT sekaligus nelayan Tambak Lorok, mewakili teman-temanya yang juga merupakan nelayan tradisional mengapresiasi kegiatan ini. Terlebih-lebih nantinya Tambak Lorok akan menjadi kampung Bahari, tentunya SDM nelayan harus ditingkatkan sebanding dengan pembangunan daerah.

”Sosialisasi ini sangat bermanfaat untuk kami nelayan yang tidak paham sama sekali tentang teknologi seperti itu dan harapan kami applikasi ini dapat segera terrealisasi dan dapat digunakan nelayan disini sehingga yang para nelayan yang sekarang alih profesi menjadi buruh dapat semangat bernelayan lagi”, ujar Gufron

Katua APMI Provinsi Jawa Tengah, Hendra Wiguna, menyampaikan, ”Peran serta akademisi dalam mendorong perwujudan Indonesia Poros Maritim Dunia, salah satunya adalah dengan peduli kepada nelayan. Hadirnya karya cipta F-Go v1.0 Smansabara membuktikan semangat kemaritiman pemuda Indonesia telah kembali hadir”.

Baik Fitria maupun Yustira, yang merupakan siswa SMA 1 Banjarnegara, keduanya berharap, dengan adanya sosialisasi sekaligus penelitian ini dapat mewujudkan impian para nelayan di Desa Tambak Lorok khususnya, dan para nelayan di Indonesia agar mendapatkan hasil tangkapan yang maksimal tanpa mengesampingkan kelestarian biota laut khususnya ikan.

”Sebuah impian yang luar biasa jika pemerintah dapat memfasilitasi untuk merealisasikan dan diterapkan kepada nelayan di seluruh Indonesia sekaligus menjadi budaya nasional kebanggaan Indonesia,” Tambah Yusti.

Tahapan Pertama Test Seleksi Bakal Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah oleh PDIP, Ahmad Marzuqi,SE Tidak Hadir

Daftar Hadir Penjaringan Tahap 1 Balon Kepala Daerah dan wakil
JEPARA - suaraonlineterkini.com - Jelang Pilkada serentak tahapan kedua yang akan berlangsung tahun 2017 mendatang saat ini sudah terasa euforianya,  parpol parpol pengusung berlomba lomba menjaring bakal calon terbaik untuk kepala daerah dan wakilnya.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan  misalnya yang bulan februari kemarin sudah membuka kesempatan untuk menjaring para bakal calon kepala daerah untuk memberikan kendaraan politiknya.

Pendaftaran penjaringan partai berlambang banteng moncong putih tersebut sudah berakhir tanggal 19 maret kemarin ( ditingkat DPD Jateng) dan hari minggu 20/3/2016 adalah tahapan pertama untuk fit and proper test, kendati Ahmad Marzuki (Bupati Jepara saat ini) mendaftar lewat DPD PDIP jateng,  namun untuk tahapan pertama tes ( wawancara) di kantor DPD dirinya tidak bisa hadir, belum diketahui persis alasannya.

Selain dirinya,  Dari 11 bakal calon yang diusung PDIP Jepara yang tidak bisa hadir mengikuti  tahapan tes wawancara di kantor DPP PDIP Jateng adalah  Ahmad Musta'in.

Diketahui bahwa Ahmad Marzuqi,SE mendaftar kembali sebagai bakal calon Bupati Jepara, sedangkan Dian Kristiandi ( ketua DPRD Jepara saat ini) mendaftar dan  mengambil posisi bakal calon wakil Bupati Jepara untuk periode 2017-2022. Dua nama tersebut adalah yang tidak mendaftar penjaringan lewat DPC PDIP Jepara.

PDIP membuka Pendaftaran Penjaringan di 7 (tujuh) Kabupaten Kota se-Jawa Tengah,  dari ke tujuh daerah tersebut, Kab. Brebes ada 20 nama balon,  Kab. Pati 10, Kab. Cilacap 10, Kab.  Batang 7, Kab. Banjarnegara 5, Kab. Jepara 11 dan Kota Salatiga sebanyak 8 nama bakal calon.

Setelah mengikuti tahapan pertama fit and proper test di Kantor DPD PDIP jawa tengah,  para bakal calon akan mengikuti tahapan tes berikutnya, namun untuk waktunya belum bisa ditentukan, tapi tidak menutup kemungkinan para bakal calon akan dibawa ke kantor pusat DPP PDI Perjuangan di Jakarta.

[Z/dr]

Lawang Sewu Semarang

Lawang Sewu is a building in Semarang, Central Java which is office from Nederlandsch Indishe Spoorweg Naatschappij or NIS. Built in the year 1903 and having in the year 1907. Located in complex Tugu Muda Semarang which ahead is called as Wilhelmina Plein. Lawang Sewu is built in the year 1908, what done by Professor Dutch architect Klinkkaner and Quendaag. The year 1920, this building starts used as head office Nederlandsch Indische Spoor-weg Maatschapij (NIS), a firm or first train company in Indonesia standing the year 1864.

When happened Pertempuran Lima Hari in Semarang, 14-18 Augusts 1945, Lawang Sewu and its surroundings becomes center encounter between Indonesia combatants and Japan army. Many victims which dies that moment. To commemorate them, on the left entrance (spandrel) build a cenotaph to write down name of the Indonesia combatants that is killed. But, from the side of Japan do not be permitted builds monument or monument of similar. Local public calls it Lawang Sewu (a Thousand Doors). This because of the building has door which a lot (in reality door of the do not a thousand, possibly also because this building window height and wide, public also assumes it as door).

This two floors luxury and ancient building after independence used as Indonesia Railroads office ( DKARI) or now PT Indonesia Train. Besides have ever been used as Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) and Kantor Wilayah Departemen Perhubungan of Central Java. During struggle of this building has note of separate history that is when taking place event of Pertempuran Lima Hari in Semarang (14 Octobers - 19 Octobers 1945) in this stripper building becomes location of super encounter between young mens AMKA or Angkatan Muda Kereta Api fights against Kempetai and Kidobutai, Jepang. Hence from that is the Government of Town Semarang with SK Wali Kota 650/50/1992, input Lawang Sewu as one of 102 historic or ancient buildings in Kota Semarang which properly is protected.

Now building having age the empty 100 years and having reputation as dreadful building. Once in a while applied as place of exhibition, between of Semarang Expo and Tourism Expo. In there are also discourse which wish to change it becomes hotel. In the year 2007, this building also used for film with the same title with its(the building.

Petarung Lindu Aji Raih Dua Perak

Tiga petarung Sasan

a Lindu Aji Semarang yang tergabung timnas Muay Thai Indonesia berhasil menyumbang dua perak dan satu perunggu bagi Indonesia dalam kejuaraan internasional Muay Thai yang berlangsung akhir Oktober lalu. Dua perak dipersembahkan oleh Joko yang turun di kelas 48 kh dan Frans Yerangga di kelas 57 kg. Satu perunggu diraih okleh Hanafi di kelas 53 kg.
Di final, Joko harus mengakui keperkasaan petarung Irak. Adapun Frans harus takluk dari atlet laos. Sedangkan Hanafi kalah di semifinal dari atlet Thailand. Pelatih Muay Thai Jateng Gunawan Wijaya mengatakan, kendati tak berhasil mempersembahkan emas, dirinya melihat penampilan petarung Jateng cukup baik. Lawan mereka tak mudah memetik angka.
Sangat Minim
”Persiapan atlet Jateng sangat minim. Perolehan dua perak dan satu perunggu sangat memuaskan jika melihat persiapan mereka,” tutur Gunawan, kemarin.
Secara kualitas, Gunawan menilai teknik pertarung Indonesia tidak kalah dengan negara peserta lain seperti Thailand, Filipina, Laos, Nepal, Lebanon, Rusia, Inggris, Malaysia, dan Australia. Indonesia berhasil duduk diperingkat kedua dengan enam emas, delapan perak, dan dua perunggu di bawah Irak.  ”Jika persiapan lebih matang, saya yakin petarung Jateng berhasil menyumbang emas untuk tanah air,” katanya.
 

Pengunjung SOT Jepara

Support : Creating Website | Maz Kizin | Redaksi
Copyright © 2014. Suara Online Terkini - All Rights Reserved
Template Created by SOT Jepara Published by Maz Kizin
Proudly powered by SOT Jepara